Majelis Pendidikan Aceh Bahas Pembelajaran di Era New Normal

0
355
Majelis Pendidikan Aceh Bahas Pembelajaran di Era New Normal
Majelis Pendidikan Aceh Bahas Pembelajaran di Era New Normal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Majelis Pendidikan Aceh (MPA) merespon pandemi Covid-19 yang belum mendapat kepastian kapan berakhir dan imbauan untuk membiasakan diri dengan situasi normal baru atau new normal, termasuk kesiapan sekolah, madrasah dan dayah dalam menyambut tahun ajaran baru yang dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang.

Pembahasan terkait pembelajaran pada new normal dilakukan dalam silaturrahmi Majelis Pendidikan Aceh dengan Asisten 1 Pemerintah Aceh, M Jafar, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El Madny, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, dan Pelaksanas Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi Kasim, pada Selasa (9/6) di Sekretariat MPA Provinsi Aceh.

“Ini pertemuan silaturrahmi MPA dengan pemangku kepentingan pendidikan di Aceh untuk membahas persiapan Pemerintah Aceh dalam membahas pembelajaran tahun ajaran 2020/2020. Pertemuan seperti ini, akan terus kita gulirkan setiap waktu, supaya proses pembelajaran pada masa Covid-19 di fase new normal dapat berlangsung maksimal, baik secara daring (online) maupun during (offline),” ujar Ketua MPA, Abdi A Wahab, dalam keterangannya.

Menurut Abdi, pendidikan salah satu sektor keistimewaan Aceh, untuk itu diperlukan gagasan cepat dalam menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi oleh lembaga penyelenggara pendidikan di Aceh.

Hal tersebut diperkuat oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekretaris Daerah Aceh, M Jafar. Menurutnya pembelajaran masa Covid-19 perlu dibahas secara kontinu sampai pandemi ini berakhir. Penanganannya harus lebih bagus dari provinsi lain di Indonesia, karena Aceh memiliki keistimewaan dalam pendidikan.

“Pertemuan seperti ini perlu dilanjutkan, supaya setiap kebijakan pemerintah daerah memiliki banyak solusi-solusi alternatif untuk kita teruskan kepada tim Gugus Tugas Nasional. Sekarang, kita perlu perkuat data dan identifikasi kendala dalam proses belajar dari rumah, rencana rapid test pada semua lembaga pendidikan yang direncanakan secara matang, yang lebih penting bupati/wali kota harus dilibatkan dalam setiap pembahasan mengenai pendidikan Aceh secara umum,” ujar M Jafar.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Usamah El Madny dalam kesempatans itu ikut serta memberikan masukan untuk proses pembelajaran masa Covid-19. “Sebenarnya pendidikan dayah sudah masuk dalam situasi normal baru, Plt Gubernur Aceh melalui surat tertanggal 28 Mei 2020 telah menginformasikan kepada dayah-dayah agar pembelajaran bisa dimulai dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya bekerja sama dengan Puskemas,” sebutnya.

Menurut Usamah, santri-santri dari luar daerah untuk sementara tidak diterima dulu. Dinas Pendidikan Dayah sudah menyiapkan dua protokol. Pertama, protokol yang harus diikuti ketika santri berangkat dari rumah ke dayah. Misalnya, jika seorang santri demam mereka tidak boleh datang ke dayah.

Kedua, sambungnya, protokol ketika santri berada di dayah, mereka akan diperiksa kesehatan, memiliki minimal lima masker dan memakainya. Demikian pula setiap ruang dan lingkungan harus diperiksa. Dalam hal ini Pemerintah Aceh siap memberi bantuan untuk memfasilitasinya.

Sementara itu, Kadisdik Aceh Rachmat Fitri dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Aceh telah memiliki protokol kesehatan untuk tanggal 13 Juli 2020. “Dinas Pendidikan telah memiliki protokol kesehatan. Kita akan rilis SOP nantinya tentang proses belajar mengajar daring (online) atau during (offline) pada masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Plt Kakanwil Kemenag Aceh turut menyoroti tentang pentingnya kebersihan bila sekolah nantinya telah aktif kembali. Hikmah besarnya adalah kebersihan, baik kebersihan fisik maupun kebersihan jiwa.

“Kita mengambil hikmah dari wabah corona ini, walaupun ada berita simpang siur tentang wabah ini sehingga sebagian kita bingung bagaimana menghadapinya, namun kita dapat mengambil hal-hal yang kita anggap benar. Paling tidak ada hikmah dan pelajaran bahwa sekarang maksiat berkurang, kecelakaan lalu lintas berkurang, jamaah di mesjid lebih tertib, misalnya tidak ada orang yang batuk-batuk ketika salat jamaah,” ujar Djulaidi Kasim.

Acara bersama pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan Aceh, ikut juga dihadiri oleh Plt Kepala Sekretariat, Zuhri beserta staf dan sejumlah pengurus Majelis Pendidikan Aceh, di antaranya Said Mustafa, Irhamuddin, Nazamuddin, Murniati, Rusli Yusuf, Syaiful Bahri, Sofyan A Gani, Ajidar Matsyah, Husni, Syamsul Rizal, Mukhlisuddin Ilyas, Naimah Hasan, Rinaldi dan Ismail.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.