Thursday, August 5, 2021
spot_img

acehkita.com diluncurkan pertama kali secara resmi pada tanggal 19 Juli 2003, di Jakarta, dengan semangat; mewartakan dengan nurani. Semangat itu lalu mengilhami awak redaksi untuk membuat moto baru; informasi yang lebih jujur. Pada awal mulanya, acehkita.com hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberlakukan status Darurat Militer di Aceh, pada 19 Mei 2003.

Mengusung jurnalisme narasi dan advokasi, acehkita.com memberitakan Aceh dari pelbagai sisi dan lebih mengedepankan kampanye kemanusiaan dan perdamaian. Kami menolak konflik Aceh diselesaikan menggunakan pendekatan militeristik dan kekerasan.

acehkita.com menjadi sumber informasi bagi para penyusun dan pengambil kebijakan tentang Aceh. Kami hadir dengan tekad mewartakan Aceh dengan nurani.

  1. Semua materi (naskah/foto) dalam situs ini merupakan produk jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-undang No. 40/1999 tentang Pers.
  2. Dalam melakukan kegiatannya, kontributor dan awak redaksi taat pada Kode Etik Jurnalistik, dan dijamin kebebasannya menurut UU No. 40/1999.
  3. Redaksi memberikan kesempatan hak jawab kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan situs ini, atau menggunakan mekanisme hukum yang berlaku.
  4. Redaksi menolak segala bentuk intervensi dan intimidasi dari siapapun dan menghimbau kepada semua pihak untuk menghormati kegiatan jurnalistik yang dilakukan baik di lapangan maupun di ruang redaksi.
  5. Pengutipan atau pengambilan materi (naskah/foto) dalam situs ini untuk kepentingan sosial dan media massa non-komersial, dibenarkan sepanjang menyebutkan sumber dan menghormati hak cipta/intelektual, serta diikuti pemberitahuan.
  6. Pengutipan atau pengambilan materi (naskah/foto) dalam situs ini untuk kepentingan komersial lainnya, dilakukan dengan izin tertulis dari redaksi acehkita.com, dengan tetap menyebutkan sumber dan menghormati hak cipta/intelektual.
  7. Semua wartawan acehkita.com memiliki hak tolak berdasarkan UU Pers untuk tidak membuka identitas narasumber.

Kecepatan, keakuratan, menjadi prinsip kerja kami, sehingga Anda tak perlu menunggu esok hari untuk mengetahui perkembangan Aceh terkini.

Selamat membaca!

Redaksi