Mantan Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman Meninggal Dunia

0
411

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, mantan Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman, sebelum subuh Senin pagi (08/06), meninggal dunia,” ujar Ustad Mujiburahman, Imam Masjid Al-Ikhlas, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Meninggalnya Drs H Nurdin Abdul Rahman, mantan Bupati Bireuen ke-3, disampaikan oleh putranya kepada Imam Masjid Al-Ikhlas Bireuen, Mujiburahman bersama Bilal, Sa’id Karim. Kemudian diumumkan kepada para jemaah salat subuh masjid tersebut.

Kabar ini cukup membuat jemaah terkejut. Sejumlah jemaah yang melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhlas, mengatakan Nurdin Abdul Rahman, masih sehat saat salat Magrib dan Isya berjemaah pada Minggu (07/06). “kami terkejut semuanya,” ujar sejumlah jemaah.

Nurdin Abdul Rahman meninggal di kediamannya, kompleks Perumahan Hotel Meuligoe Cot Gapu Bireuen. “Bila kaum muslimin dan muslimat, ingin bertakziah pagi ini, langsung ke rumah tersebut,” kata Ustad Mujiburahman melalui pengeras suara masjid. Almarhum juga dikenal sebagai Pembina Yayasan Masjid Al-Ikhlas Bireuen.

Semasa hidupnya, saat konflik Aceh, Nurdin Abdul Rahman dikenal sebagai tokoh GAM yang bermukim di Australia. Beliau menjadi salah satu anggota juru runding dari GAM saat merintis perdamaian di Helsinki, Finlandia. Perdamaian Aceh akhirnya tercapai pada 15 Agustus 2005 atau dikenal sebagai MoU Helsinki.

Saat Pilkada Aceh 2007, Nurdin Abdul Rahman maju sebagai calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Bireuen berpasangan dengan Busmadar Ismail. Pasangan ini kemudian terpilih dan memimpin kabupaten tersebut sampai 2012.

Di akhir hayatnya, pria kelahiran 28 Desember 1948 aktif dalam sejumlah organisasi, salah satunya sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah, Kabupaten Bireuen. Beliau juga aktif sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional pada Universitas Al Muslim (Umuslim),  Bireuen.

Saat ini, jenazah almarhum sedang dalam proses pemakaman di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen []

Foto: dok. kabarbireuen
acehkini.id

 

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.