Pinjam Pakai Barang kepada KADIN Aceh Dibatalkan

0
673

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh Muslem Yacob membatalkan rencana pinjam-pakai barang untuk Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Aceh. Pembatalan itu dilakukan pihaknya setelah mendapat arahan dari Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Hal tersebut disampaikaan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media di Banda Aceh, Kamis (14/11/2019) malam.

“Plt Gubernur sudah mengarahkan Plt. Kadis Perindag supaya rencana pinjam-pakai barang kepada KADIN dibatalkan,” katanya.

Baca: Soal Pakai Dana APBA, KADIN Aceh: Aset Tetap Milik Negara

Untuk membatalkan pinjam-pakai barang, jelas SAG, Plt. Gubernur mengarahkan supaya barang yang sudah terlanjur diadakan untuk didayagunakan sepenuhnya bagi kepentingan pelayanan di Dinas Perindag sendiri. Sedangkan barang yang belum diproses pengadaannya semuanya dibatalkan.

Menurut SAG, keputusan tersebut diambil setelah Nova mendapat penjelasan langsung dari Plt. Kadis Perindag Aceh, Muslem Yacob.

Selain itu, Plt. Gub juga sangat mendengar masukan/aspirasi berbagai kelompok masyarakat yang disuarakan melalui pelbagai media massa.

Baca: MaTA: Pengalokasian APBA untuk Kebutuhan KADIN Irasional

Sebelumnya, pengalokasian anggaran untuk pengadaan kebutuhan KADIN Aceh dalam APBA Perubahan 2019 yang mencapai Rp2,8 milyar dinilai sebagai kebijakan irasional di tengah upaya Pemerintah Aceh mengejar berbagai ketertinggalan.

Tidak tanggung-tanggung, seperti rincian yang beredar luas di media sosial, duit APBA Rp2,8 milyar yang dipakai untuk pengadaan kendaraan operasional hingga kulkas itu dibebankan pada pos belanja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Kondisi ini menunjukkan ketidakpekaan Pemerintah Aceh dalam pengalokasian anggaran,” ujar Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Rabu, (13/11/2019). []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.