Saturday, May 30, 2020

Soal Pakai Dana APBA, KADIN Aceh: Aset Tetap Milik Negara

Must Read

8 Mukim di Aceh Perkuat Pengelolaan Kawasan Lintasan Satwa Liar

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- Sebanyak delapan mukim dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen menyepakati pengelolaan kawasan lintasan satwa...

Puluhan Prajurit Pomdam Tes Urin

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Untuk mencegah pemakaian narkotika dan zat adiktif, Polisi Militer Kodam Iskandar Muda bekerjasama dengan...

Tinggi, Kasus Pencurian Sepeda Motor di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kasus kriminal di Aceh terbilang tinggi. Aksi kriminalitas yang paling mencolok di Aceh adalah...

FOTO | Padi Dipanen Awal

Warga terpaksa memanen padi yang masih belum menguning akibat angin kencang di kawasan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (18/1)....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Terkait pemakaian dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) untuk kebutuhan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Aceh, Wakil Ketua Kadin Aceh, Muhammad Iqbal, mengatakan, bantuan tersebut telah sesuai dengan dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, secara nasional, Kadin Indonesia adalah wadah pembinaan pengusaha yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1987. KADIN Aceh sendiri, merupakan organisasi di daerah, yang keberadaanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari KADIN Indonesia.

Terkait bantuan ke KADIN Aceh berupa belanja barang memakai APBA, Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa ke semua hal tersebut proses pengadaan dan pengelolaan anggarannya dilakulan oleh instansi teknis terkait, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Proses pengusulan item anggaran dilakukan oleh KADIN Aceh, dan dalam proses perencanaan dan penganggarannya disetujui oleh Pemerintah Aceh dan DPRA,” kata M Iqbal dalam rilisnya, Rabu (13/11).

Menurutnya, KADIN Aceh merupakan organisasi yang sama seperti lembaga lain, yakni Pramuka, KONI dan KNPI. Yaitu wadah yang sewajarnya juga mendapatkan dukungan dari negara. “Sebab, tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai sarana pembinaan pengusaha dan UMKM,” ujarnya.

Adapun item barang yang didukung oleh Pemerintah Aceh, berupa laptop, proyektor, dan lainnya, peruntukkannya direncanakan oleh KADIN Aceh, untuk membentuk balai pelatihan bagi pelaku IKM dan UMKM di seluruh Aceh.

Sementara itu, Juru bicara Kadin Aceh, Hendro Saky, membenarkan pihaknya akan menerima item pembelian barang, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut. Sejumlah barang yang akan diterima Kadin Aceh, pada prinsipnya telah melewati tahapan dan proses penganggaran yang dilakukan pemerintah, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara penatalaksanaan dan pengelolaan aset negara, barang-barang yang diberikan kepada KADIN Aceh, hakikatnya bukan milik organisasi. Namun semuanya tetap dihitung dan dinilai sebagai aset Pemerintah Aceh.

KADIN Aceh, adalah pihak yang menerima manfaat, dan barang yang diberikan diatur melalui skema pinjam pakai, sesuai sistem pengadministrasian yang diatur pemerintah. “Jadi barang yang dibeli oleh Disperindag Aceh, adalah aset pemerintah yang dipinjam pakai oleh Kadin,” terangnya.

Hendro Saky juga menambahkan, selain mendapatkan dukungan untuk penguatan struktur kelembagaan Sekretariat KADIN Aceh, pihaknya juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Aceh, berupa dana untuk pelatihan bagi IKM dan petani yang akan dikirim ke luar negeri.

[Rilis]

MaTA: Pengalokasian APBA untuk Kebutuhan KADIN Irasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This