Wednesday, February 19, 2020

MaTA: Pengalokasian APBA untuk Kebutuhan KADIN Irasional

Must Read

50 Hektare Hutan Tangse Terbakar

ACEHKITA.COM | PIDIE - Kebakaran hutan lindung terjadi di Kabupaten Pidie. Seluas 50 hektare areal hutan yang ditumbuhi tanaman...

Pecinta Alam Aceh Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- UKM Gainpala dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ditunjuk sebagai koordinator pada...

Hutan Tangse Sasaran Pembalak Liar

TANGSE | ACEHKITA.COM – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie M. Amin Affan mengakui bahwa pegunungan Tangse dan Geumpang...

Lingkungan

Rudi, 35 anggota komunitas Pecinta Sepeda dan Lintas Alam (PEDAL) Aceh menyeberangi pintu air objek wisata Pucok Krueng kecamatan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pengalokasian anggaran untuk pengadaan kebutuhan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Aceh dalam APBA Perubahan 2019 yang mencapai Rp2,8 milyar dinilai sebagai kebijakan irasional di tengah upaya Pemerintah Aceh mengejar berbagai ketertinggalan.

Tidak tanggung-tanggung, seperti rincian yang beredar luas di media sosial, duit APBA Rp2,8 milyar yang dipakai untuk pengadaan kenderaan operasional hingga kulkas itu dibebankan pada pos belanja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Kondisi ini menunjukkan ketidakpekaan Pemerintah Aceh dalam pengalokasian anggaran,” ujar Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Rabu, (13/11/2019).

Menurutnya, dalam beberapa sambutan yang disampaikan oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah usai pelantikan pengurus KADIN Aceh periode 2019-2024 adalah bagaimana organisasi para pengusaha itu dapat mendukung kerja-kerja Pemerintah Aceh.

Titik tekan kepada KADIN terpilih yang pernah disampaikan Plt. Gubernur adalah mengembangkan dunia usaha, memperbaiki angka indikator makro ekonomi,menekan angka kemiskinan kemiskinan, inflasi dan lain-lain, katanya.

“Namun faktanya, jika organisasi itu harus membebankan anggaran daerah, tentu ini akan menjadi masalah baru dalam upaya mengejar ketertinggalan Aceh,” kata Alfian.

Pertanyaan mendasar yaitu, output apa yang ingin dicapai dengan pengalokasian anggaran tersebut kepada KADIN Aceh, yang notabenenya adalah tempot berkumpulnya para pengusaha.

“Kalau dibangun rumah dhuafa dennen anggarbn Rp85 juta sudah dapat 32 unit untuk rakyat Aceh,” kata Alfian.

Sejatinya, tambah dia, KADIN Aceh harus menjadi organisasi mandiri yang mampu membiayai oprasional lembaganya sendiri.

“Bukan malah sebaliknya dan ini sangat memalukan dimana selama ini narasi yang dibangun di tingkatan publik “pemberdayaa” ternyata hanya menggrogoti APBA, bukan inovasi atau kreatif yang seharusnya mareka lahirkan,” imbuhnya.

Dalam pandangan MaTA, tambah Alfian, proses pembahasan APBA Perubahan 2019 antara eksekutif dan legislatif terkesan tertutup dan sengaja hanya untuk melancarkan alokasi-alokasi anggaran semacam ini.

“MaTA mendesak Pemerintah Aceh secara tegas untuk membatalkan realisasi anggaran APBA kepada KADIN Aceh tersebut sehingga rasa keadilan rakyat Aceh terjaga,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This