Tuesday, April 7, 2020

MaTA: Pengalokasian APBA untuk Kebutuhan KADIN Irasional

Must Read

Barca Munchen, Sama-sama Produktif

BARCELONA, acehkita.com- Dari empat laga perempat final, duel Barcelona kontra Bayern Munchen punya daya tarik tinggi. Menarik karena pada...

Memancing Ikan

Warga memancing di tanggul penahan ombak di Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Minggu (17/1). Saban hari, tanggul...

Badan Reintegrasi Dituding Pilih Kasih

CALANG | ACEHKITA.COM -- Sejumlah korban konflik di Aceh Jaya menuding Badan Reintegrasi Aceh pilih kasih dalam membangun rumah...

FOTO | Seuramoe Reggae Tutup PSB 2012

Faisal Albert Jester berkolaborasi dengan kelompok musik Seuramoe Reggae saat tampil malam penutupan Piasan Seni Banda Aceh 2012 di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pengalokasian anggaran untuk pengadaan kebutuhan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Aceh dalam APBA Perubahan 2019 yang mencapai Rp2,8 milyar dinilai sebagai kebijakan irasional di tengah upaya Pemerintah Aceh mengejar berbagai ketertinggalan.

Tidak tanggung-tanggung, seperti rincian yang beredar luas di media sosial, duit APBA Rp2,8 milyar yang dipakai untuk pengadaan kenderaan operasional hingga kulkas itu dibebankan pada pos belanja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Kondisi ini menunjukkan ketidakpekaan Pemerintah Aceh dalam pengalokasian anggaran,” ujar Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Rabu, (13/11/2019).

Menurutnya, dalam beberapa sambutan yang disampaikan oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah usai pelantikan pengurus KADIN Aceh periode 2019-2024 adalah bagaimana organisasi para pengusaha itu dapat mendukung kerja-kerja Pemerintah Aceh.

Titik tekan kepada KADIN terpilih yang pernah disampaikan Plt. Gubernur adalah mengembangkan dunia usaha, memperbaiki angka indikator makro ekonomi,menekan angka kemiskinan kemiskinan, inflasi dan lain-lain, katanya.

“Namun faktanya, jika organisasi itu harus membebankan anggaran daerah, tentu ini akan menjadi masalah baru dalam upaya mengejar ketertinggalan Aceh,” kata Alfian.

Pertanyaan mendasar yaitu, output apa yang ingin dicapai dengan pengalokasian anggaran tersebut kepada KADIN Aceh, yang notabenenya adalah tempot berkumpulnya para pengusaha.

“Kalau dibangun rumah dhuafa dennen anggarbn Rp85 juta sudah dapat 32 unit untuk rakyat Aceh,” kata Alfian.

Sejatinya, tambah dia, KADIN Aceh harus menjadi organisasi mandiri yang mampu membiayai oprasional lembaganya sendiri.

“Bukan malah sebaliknya dan ini sangat memalukan dimana selama ini narasi yang dibangun di tingkatan publik “pemberdayaa” ternyata hanya menggrogoti APBA, bukan inovasi atau kreatif yang seharusnya mareka lahirkan,” imbuhnya.

Dalam pandangan MaTA, tambah Alfian, proses pembahasan APBA Perubahan 2019 antara eksekutif dan legislatif terkesan tertutup dan sengaja hanya untuk melancarkan alokasi-alokasi anggaran semacam ini.

“MaTA mendesak Pemerintah Aceh secara tegas untuk membatalkan realisasi anggaran APBA kepada KADIN Aceh tersebut sehingga rasa keadilan rakyat Aceh terjaga,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This