Wednesday, December 11, 2019

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

Must Read

Fakultas Adab Yudisium 99 Sarjana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry meyudisium 99 lulusannya pada rapat senat...

Razia Pakaian Ketat, Tiga Pria Terjaring

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tiga pria yang menggunakan celana pendek terkena razia pakaian ketat dalam sebuah razia di...

Tak Ada Aktor Tunggal dalam Perdamaian Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ketua Tim Kampanye Pusat Calon Presiden SBY-Boediono, Anas Urbaningrum, mengatakan tidak ada tokoh tunggal...

Bermain 10 Orang, Albania Akui Keunggulan Swiss

ALBANIA harus mengakui keunggulan tim nasional Swiss pada laga di Grup A Piala Eropa 2016 di Stade Bollaert-Delelis, Lens,...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu berpotensi tsunami.

Tak lama setelah mengeluarkan rilis tersebut, BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,1.

Dilansir dari akun Twitter BMKG, Kamis (14/11), BMKG menyatakan pusat gempa berada di koordinat 1,63 derajat Lintang Utara dan 126,49 derajat Bujur Timur. Jarak pusat gempa sekitar 134 kilometer sebelah barat laut Jailolo. Kedalamannya mencapai 10 kilometer.

Saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Namun gempa berpotensi tsunami ini membuat warga di Maluku Utara dan Sulawesi Utara panik. Sebagian besar dari mereka mulai menjauh dari bibir pantai.

Menurut saksi Yoseph Ikanubun, warga Manado sempat berlarian ke luar rumah akibat guncangan gempa dan peringatan waspada tsunami.

“Warga sempat panik dan keluar rumah terutama yang di pinggir pantai, tapi kini sudah kondusif. Warga yang di pantai sempat berlarian ke tempat tinggi dan bertahan setengah jam. Mereka membawa harta seadanya,” kata Yoseph saat diwawancara CNNIndonesia TV, Jumat (15/11).

Yoseph menyatakan sampai saat ini ketinggian muka air laut terlihat masih normal. Namun, dia menyatakan aparat tetap meminta warga waspada.

Sedangkan saksi Sahril Abdullah di Maluku Utara menyatakan gempa terasa sangat kuat. “Guncangannya terasa sangat kuat. Namun permukaan air laut terlihat masih tetap normal,” kata Sahril.

Menurut Sahril, petugas BPBD dan kepolisian masih melakukan patroli di pesisir pantai untuk mengevakuasi warga yang ingin menyelamatkan diri. []

CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

LPSK: Saatnya Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berpendapat inilah saatnya negara...

Aceh Butuh Tenaga Non-kependidikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Majelis Pendidikan Aceh (MPA) melakukan Focus Group Discussion (FGD) hasil kajiannya tentang Tenaga Kependidikan Non Guru SMA/SMK dan Madrasah...

5 Pelari ‘Run To Care’ Anak Aceh Telah Selesaikan 250 Km

Memori perjuangan anak Aceh, menggerakkan kaki lima pelari Run To Care untuk lakukan misi kebaikan. Nicky Hogan, Carla Felany, Gatot Sudariyono, Vonny Anggraini, dan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Sulastri Terima Penghargaan Guru Inspiratif dari Menag

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, Sulastri mendapat penghargaan dari Menteri Agama RI dalam acara Ekspose Kompetensi dan Profesionalitas Guru Madrasah 2019....

Ambil Video acehkita dan acehkini, EO Festival Danau Lut Tawar Minta Maaf

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Event Organizer (EO) Bima Rakan Sejahtera (BRS), yang menjadi panitia pelaksana Festival Danau Lut Tawar 2019 meminta maaf atas...

More Articles Like This