Wednesday, January 22, 2020

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

Must Read

FOTO | Putra Ridwan Salam Berebut Bola

Fitra Ridwan, (kiri) gelandang tengah Persiraja mencoba melepas pengawalan dari pemain PSMS Medan dalam pertandingan Grup 1 Divisi Utama...

KIP tak Bisa Coret Caleg PNS

BANDA ACEH, acehkita.com. Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tidak bisa mencoret tiga calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh dan...

Proses Hukum Kasus Sabu Jalan Terus

JANTHO | ACEHKITA.COM -- Hilangnya barang bukti sabu-sabu seberat 530,4 gram dengan nilai Rp 2 Milyar dari gudang penyimpanan...

Material Longsor di Lintas Meulaboh-Geumpang Belum Dibersihkan

GEUMPANG | ACEHKITA.COM - Material longsor yang menutupi lintas Meulaboh, Aceh Barat - Geumpang, Pidie, di kawasan Kubu Aneuk...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu berpotensi tsunami.

Tak lama setelah mengeluarkan rilis tersebut, BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,1.

Dilansir dari akun Twitter BMKG, Kamis (14/11), BMKG menyatakan pusat gempa berada di koordinat 1,63 derajat Lintang Utara dan 126,49 derajat Bujur Timur. Jarak pusat gempa sekitar 134 kilometer sebelah barat laut Jailolo. Kedalamannya mencapai 10 kilometer.

Saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Namun gempa berpotensi tsunami ini membuat warga di Maluku Utara dan Sulawesi Utara panik. Sebagian besar dari mereka mulai menjauh dari bibir pantai.

Menurut saksi Yoseph Ikanubun, warga Manado sempat berlarian ke luar rumah akibat guncangan gempa dan peringatan waspada tsunami.

“Warga sempat panik dan keluar rumah terutama yang di pinggir pantai, tapi kini sudah kondusif. Warga yang di pantai sempat berlarian ke tempat tinggi dan bertahan setengah jam. Mereka membawa harta seadanya,” kata Yoseph saat diwawancara CNNIndonesia TV, Jumat (15/11).

Yoseph menyatakan sampai saat ini ketinggian muka air laut terlihat masih normal. Namun, dia menyatakan aparat tetap meminta warga waspada.

Sedangkan saksi Sahril Abdullah di Maluku Utara menyatakan gempa terasa sangat kuat. “Guncangannya terasa sangat kuat. Namun permukaan air laut terlihat masih tetap normal,” kata Sahril.

Menurut Sahril, petugas BPBD dan kepolisian masih melakukan patroli di pesisir pantai untuk mengevakuasi warga yang ingin menyelamatkan diri. []

CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

Bruno Dybal Resmi Diperkenalkan sebagai Pemain Persiraja di Liga 1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Manajemen Persiraja Banda Aceh secara resmi memperkenalkan Bruno Dybal sebagai pemain barunya di Liga 1 2020. Bruno Dybal merupakan...

More Articles Like This