Thursday, May 28, 2020

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

Must Read

Logistik Pemilu

Sejumlah petugas TPS menaikkan logistik Pemilu 2009 ke dalam mobil di depan kantor Camat Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu...

Dubes Arab

Duta Besar Arab Saudi Abdurrahman Al Khayyath memberi sambutan dalam acara penyerahan sejumlah proyek pembangunan panti asuhan, mesjid, sekolah...

Penganiayaan Wartawan Terus Dikutuk

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penembakan dan penganiayaan dilakukan oleh Pasi Intel Kodim 0115 Simeulu Lettu Faisal Amin terhadap...

Asap Kurangi Jumlah Penumpang Pesawat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kabut asap yang melanda Aceh dalam sebulan terakhir ini berdampak pada dunia penerbangan. Selain...

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu berpotensi tsunami.

Tak lama setelah mengeluarkan rilis tersebut, BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,1.

Dilansir dari akun Twitter BMKG, Kamis (14/11), BMKG menyatakan pusat gempa berada di koordinat 1,63 derajat Lintang Utara dan 126,49 derajat Bujur Timur. Jarak pusat gempa sekitar 134 kilometer sebelah barat laut Jailolo. Kedalamannya mencapai 10 kilometer.

Saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Namun gempa berpotensi tsunami ini membuat warga di Maluku Utara dan Sulawesi Utara panik. Sebagian besar dari mereka mulai menjauh dari bibir pantai.

Menurut saksi Yoseph Ikanubun, warga Manado sempat berlarian ke luar rumah akibat guncangan gempa dan peringatan waspada tsunami.

“Warga sempat panik dan keluar rumah terutama yang di pinggir pantai, tapi kini sudah kondusif. Warga yang di pantai sempat berlarian ke tempat tinggi dan bertahan setengah jam. Mereka membawa harta seadanya,” kata Yoseph saat diwawancara CNNIndonesia TV, Jumat (15/11).

Yoseph menyatakan sampai saat ini ketinggian muka air laut terlihat masih normal. Namun, dia menyatakan aparat tetap meminta warga waspada.

Sedangkan saksi Sahril Abdullah di Maluku Utara menyatakan gempa terasa sangat kuat. “Guncangannya terasa sangat kuat. Namun permukaan air laut terlihat masih tetap normal,” kata Sahril.

Menurut Sahril, petugas BPBD dan kepolisian masih melakukan patroli di pesisir pantai untuk mengevakuasi warga yang ingin menyelamatkan diri. []

CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

More Articles Like This