Perlu Kerja Sama Pasien dan Paramedis untuk Cegah Penularan Covid-19

0
168
Alhamdulillah, 3 Warga Aceh yang Dirawat di RSUDZA Sembuh dari Virus COVID-19
Warga Aceh yang dirawat di RSUDZA sembuh dari COVID-19, 5 April 2020. (Foto: Ucok Parta)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pasien positif atau memiliki gejala terpapar virus Corona yang menjalani perawatan medis di rumah sakit diminta agar menjalin kerja sama yang baik dengan paramedis. Hal serupa juga harus diikuti oleh keluarga pasien. Ini dilakukan agar dapat mencegah penularan Covid-19 semasa proses perawatan di rumah sakit atau infeksi nosokomial.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani. Menurut pria yang akrab disapa SAG itu, kasus-kasus Covid-19 yang menjangkiti tenaga medis, baik dokter maupun perawat, tampaknya ada kaitan dengan pasien-pasien yang pernah ditanganinya.

“Perawat atau dokter yang terkonfirmasi positif virus Corona umumnya pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19 yang dirawatnya,” kata SAG dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7) malam.

SAG mengatakan, pencegahan penularan virus Corona dari proses interaksi tenaga medis dengan pasiennya di rumah sakit (infeksi nosokomial) dapat diatasi dengan keterbukaan, kehati-hatian, dan saling mendoakan. Karena itu, setiap pasien serta keluarganya harus terbuka dan membuka semua informasi riwayat perjalanannya 14 hari terakhir sebelum merasakan gejala sakit.

“Informasi tersebut berguna bagi percepatan penyembuhan pasien dan juga bagi keselamatan tenaga medis di rumah sakit,” sebutnya.

Di sisi lain, lanjut SAG, petugas pun harus ekstra waspada dan hati-hati menangani pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan lokal maupun yang memiliki riwayat kontak dekat dengan orang positif Covid-19.

“Selain taat pada prosedur operasional penanganan pasien infeksius virus Corona, setiap tenaga medis wajib memakai APD lengkap dan benar, sehingga benar-benar terlindung dari infeksi nosokomial itu,” sebut SAG.

Menurutnya, keterbukaan dan disiplin menjalan prosedur penanganan pasien infeksius merupakan ikhtiar kedua pihak dalam bentuk kerja sama pasien dengan tenaga medis.

“Selanjutnya, saling mendoakan agar pasien yang membutuhkan perawatan medis cepat sembuh, dan yang merawatnya pun tidak jatuh sakit,” ucapnya.

Lebih lanjut, SAG merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh berdasarkan laporan Gugus Tugas kabupaten/kota per Kamis (2/7) pukul 18.00 WIB. Ia menyampaikan, hari ini tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

“Jumlah positif Covid-19 di Aceh secara akumulatif tetap 86 orang, tidak ada bertambah kasus baru. Dari jumlah itu, 52 orang masih dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan, 31 telah sembuh, dan 3 orang meninggal dunia,” ujar SAG.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), kata SAG, di seluruh Aceh hari ini bertambah 1 orang, sehingga secara akumulatif menjadi 2.298 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.224 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 74 orang masih dalam pemantauan tim Gugus Tugas Covid-19.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hari ini bertambah 1 sehingga totalnya menjadi 126 kasus. “Dengan rincian, 5 pasien masih dalam penanganan tim medis, 120 telah sehat, dan 1 orang lainnya meninggal dunia pada 25 Maret 2020 lalu,” kata SAG.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.