‘Jingki Ie’ Solusi Pengairan Sawah Tadah Hujan di Aceh

0
184
Foto: Dok Gampong Cot Jrat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aceh punya lahan pertanian yang luas, namun sebagian masih mengandalkan hujan sebagai sumber airnya. Akibatnya pada musim kemarau panjang, sawah-sawah tadah hujan bisa gagal panen.

Jingki Ie (pompa air) dinilai bisa menjadi solusi agar lahan tetap menghasilkan. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, kepada jurnalis melalui keterangan tertulis, Kamis (1/7/2020)

Menurutnya, Gampong Cot Jrat, Kecamatan Kuta Juang, Bireuen, menjadi salah satu gampong percontohan yang akan dibina Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh pada tahun 2021 nanti, dengan produk andalannya ‘Jingki Ie’.

Ditargetkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMG), masyarakat dapat memproduksi ‘Jingki Ie’ dengan kualitas dan produktivitas yang lebih baik, sehingga produk ini dapat dipasarkan ke seluruh Aceh. Kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif pada peluang lapangan kerja di Aceh dan menurunkan tingkat kemiskinan di gampong, serta pemanfaatan lahan-lahan produktif tadah hujan secara masif di seluruh Aceh.

“Kita sangat mendukung kegiatan inovatif dari masyarakat, kita sebagai Pemerintah siap membina dan mengembangkan potensi masyarakat,” ujar Iswanto.

‘Jingki Ie’ dikembangkan oleh Syukri, salah seorang warga Gampong Cot Jrat. Melalui dana desa, Syukri mampu memproduksi sendiri pompa hidran yang diberi nama ‘Jingki Ie’. Alat ini mampu memompa air dari sumbernya ke areal sawah tadah hujan seluas ±20 hektare tanpa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun tenaga listrik.

Alat ini dikembangkan oleh Syukri, yang juga Ketua Posyantekdes Cot Jrat dengan peralatan sederhana melalui dukungan dana desa. Pompa hidran tersebut sudah dipergunakan oleh beberapa gampong,  antara lain; gampong Blang Tingkeum dengan sumber air dari gampong tetangga. Para petani gampong Blang Tingkeum sudah dapat menanam padi 2-3 kali setahun.

Syukri mengungkapkan, dia bersama tim di tahun 2021 akan kembali mengembangkan Pompa Hidran generasi baru tanpa limbah, sehingga cocok digunakan oleh PDAM baik dari sumber air permukaan maupun sumur, tanpa air terbuang sebagai limbah.

Direktur BUMG GEMA Gampong Cot Jrat, Muhammad Diah menyampaikan penjualan Pompa Hidran dilakukan oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) berkisar 40-50 juta per unit, dan siap pasang ke lokasi. “Saat ini Posyantekdes sedang menyelesaikan pesanan 6 unit Pompa Hidran baru,” ujarnya. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.