Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga

0
301
Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga
Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga. (Foto: Ucok Parta/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar tes swab corona yang menyasar sekitar 1.300 warga. Tes swab massal diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di balai kota, Kamis (4/6).

Aminullah mengatakan bekerja sama dengan Unsyiah, pemeriksaan medis untuk mendeteksi Covid-19 ini akan menyasar 0,5 persen dari 260 ribu populasi penduduk atau sekira 1.300 warga kota. “Ini bagian dari upaya kita untuk meminimalkan potensi penyebaran pandemi corona,” ujarnya.

“Ini juga kesempatan baik bagi masyarakat untuk memutus mata rantai virus yang belum ada vaksinnya ini. Kalau tes mandiri mahal, ini semua biaya ditanggung Pemko Banda Aceh, sedangkan peralatan dan laboratorium punya Unsyiah,” kata Aminullah dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Menurutnya, tes swab massal yang dilakukan juga sebagai salah satu dari tiga syarat penerapan new normal yang ditetapkan pemerintah pusat. “Dua syarat lainnya kita sudah memenuhi, yakni kesiapan fasilitas medis dan tingkat penyebaran yang rendah.”

Selain tes swab yang juga disebut Polymerase Chain Reaction (PCR), Pemko Banda Aceh juga telah menggelar 2.700 rapid test bagi masyarakat. “Hasilnya ada tiga yang reaktif, namun setelah di-swab hasilnya negatif,” sebutnya.

Ia turut menginformasikan perkembangan kasus Covid-19 di Banda Aceh. “Total ada tiga kasus tapi sekarang nihil karena ketiganya sudah sembuh. PDP kita juga nihil, sementara ODP tersisa 58 orang. Alhamdulillah hingga kini belum ada transmisi lokal,” ujar Aminullah.

Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal yang ikut hadir di balai kota mengatakan, pihaknya memiliki dua unit alat tes PCR. “Per harinya kita mampu menguji 384 spesimen. Target kita untuk 0,5 persen penduduk Banda Aceh bisa selesai dalam waktu satu minggu,” kata dia.

Setelah tes swab massal nantinya, ada sebuah gambaran real mengenai situasi Covid-19 di Banda Aceh. “Berdasarkan penelitian terkini, sebanyak 45 persen kasus corona di dunia adalah orang tanpa gejala. Jadi tes swab ini menjadi penting,” ujar Samsul.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak menganggap Covid-19 sebagai aib. “Ini adalah penyakit yang vaksinnya belum ada, bukan aib. Hal penting yang perlu kita lakukan yakni senantiasa menjaga imun tubuh, pakai masker, dan menjaga jarak,” sebutnya.

Usai seremoni peluncuran tes swab massal, wali kota dan rektor ikut memantau proses tes swab kepada 25 warga dari berbagai kalangan pada hari pertama di balai kota Posko Covid-19 Kota Banda Aceh.[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.