Tuesday, May 26, 2020

Wajib Pakai Masker di Banda Aceh Berlaku 16 Mei

Must Read

Gubernur Belum Teken Qanun Jinayat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf belum menandatangani Qanun Hukum Jinayat dan Qanun Acara Jinayat yang...

Aceh Tuntut Jalin Hubungan Internasional

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keleluasaan kepada Aceh untuk...

Keren, Mahasiswa Unsyiah Rakit Mobil Tenaga Surya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kreativitas tujuh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, pantas diacungi jempol....

100 Murid Dilatih Pertolongan Pertama

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seratusan siswa dari 28 sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar mendapat pelatihan teknik...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 24 tahun 2020 tentang Penggunaan Masker dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 akan berlaku efektif mulai Sabtu (16/5/2020) pukul 00.00 WIB. Perwal wajib masker ini sedianya diterapkan sejak 8 Mei lalu, namun bencana banjir yang melanda sebagian Kota Banda Aceh membuat permbelakuan ditunda selama sepekan.

“Awalnya, Perwal wajib masker itu akan diterapkan sejak Jumat lalu namun urung akibat banjir. Tadi setelah menerima masukan dari Ketua DPRK, Kapolresta, Dandim, Kajari, dan unsur Forkopimda lainnya, maka kita putuskan efektif berlaku 16 Mei dini hari nanti,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dalam siaran pers, Senin (11/5) sore.

Ia menyebut, Perwal yang memuat delapan pasal termasuk soal sanksi akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. “Mulai dari baliho di pintu masuk hingga pusat kota, media sosial, maupun pengumuman ke gampong-gampong. Setelah itu baru kita intensifkan razia,” kata dia.

Adapun sanksi bagi yang melanggar tidak bersifat materil. “Sanksinya mulai dari peringatan tertulis yang disertai pencatatan identitas, tidak diberikan pelayanan pada fasilitas publik, hingga penarikan sementara identitas kependudukan bagi yang melakukan pelanggaran secara berulang,” sebut Aminullah.

Aminullah mengatakan, Perwal tersebut bukan hanya berlaku wagi warga kota tapi juga pendatang atau warga dari luar kota. “Untuk yang ber-KTP luar kota dan melakukan pelanggaran secara berulang, maka yang bersangkutan diharuskan keluar dari Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masker yang digunakan meliputi masker N95, masker biasa atau masker bedah, dan masker kain. “Selain kewajiban menggunakan masker, warga juga diminta menjaga jarak (physical distancing) minimal 1,5 meter dan menghindari kerumunan,” kata Aminullah.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan kanperkembangan kasus COVID-19 di Banda Aceh per 10 Mei 2020. “Alhamdulillah pasien positif corona maupun PDP di Banda Aceh nihil, ODP 792 orang telah selesai kita pantau dan tinggal tersisa 23 orang saja,” sebutnya.

Namun, mengingat akses Bandara Sultan Iskandar Muda mulai dibuka kembali, ia mewanti-wanti akan peningkatan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap tamu dari luar daerah atau warga yang pulang kampung.

Oleh karenanya, ia pun menginstrusikan para camat untuk berkoordinasi dengan keuchik (kepala desa) guna memperkuat pageu gampong (tradisi mayasrakat Aceh dalam menjaga lingkungan sekitar). Terutama untuk memastikan semua pendatang atau warga dari luar Aceh untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah.

Aminullah mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. “Selain pakai masker, juga biasakan cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman (physical distancing). Ini semua demi kepentingan bersama untuk memutuskan mata rantai virus Corona,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This