Update Covid-19 Aceh: Jumlah ODP Bertambah 40 Orang dalam Sehari, Kini Totalnya Jadi 2.100

0
200
Update Covid-19 Aceh: Jumlah ODP Bertambah 40 Orang dalam Sehari, Kini Totalnya Jadi 2.100
Update Covid-19 Aceh: Jumlah ODP Bertambah 40 Orang dalam Sehari, Kini Totalnya Jadi 2.100

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Jumlah Orang Dalam Pemantauan terkait virus corona atau Covid-19 di Aceh bertambah 40 orang dalam sehari per Selasa (2/6) pukul 15.00 WIB. Sehingga kini ODP di Aceh secara akumulatif menjadi 2.100 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, per 2 Juni 2020 pukul 15.00 WIB, jumlah ODP di seluruh Aceh sebanyak 2.100 orang. “Ada penambahan 40 orang dibandingkan data kumulatif kemarin, 2.060 orang,” ujar SAG dalam keterangannya, Selasa (2/6) malam.

“Dari 2.060 ODP tersebut, sebanyak 98 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan, 2.002 orang telah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri,” kata dia.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata SAG, kini totalnya menjadi 108 kasus. “Ada penambahan 2 orang dibandingkan kemarin 106 orang.

Ia merincikan, dari total 108 kasus PDP tersebut, tinggal 3 orang yang sedang dirawat. Sementara 104 orang lainnya sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia pada Maret lalu.

Adapun terkait kasus positif Covid-19 di Aceh hingga saat ini, kata SAG, secara akumulatif berjumlah 20 kasus. Dengan rincian, sebanyak 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 17 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut, hanya terpaut beberapa hari dengan kasus PDP di atas, yang terjadi pada akhir Maret 2020,” ujar SAG.

Lebih lanjut, SAG turut menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh masih menggodok prosedur pemeriksaan Covid-19 secara gratis kepada masyarakat Aceh, khususnya pemeriksaan untuk kebutuhan administratif. Sedangkan pemeriksan Covid-19 untuk kebutuhan medis tidak dipungut biaya, sejak virus corona ‘masuk’ Aceh pada Maret 2020.

“Kebutuhan administratif itu maksudnya, seperti untuk mendapatkan Surat Keterangan Pemeriksaan (Covid-19) yang akan melakukan perjalanan, administrasi pendidikan, atau kebutuhan administratif lainnya,” jelasnya.

“Sedangkan pemeriksaan untuk kebutuhan medis ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19, memang tidak dipungut biaya,” sambung SAG.

Ia menambahkan, Gugus Tugas Covid-19 Aceh sedang berkoordinasi dengan 13 rumah sakit rujukan Covid-19 yang telah ditetapkan, dinas kesehatan kabupaten/kota, dan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Aceh Kementerian Kesehatan di Lambaro, Aceh Besar.

Menurutnya, mekanisme pendaftaran bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan gratis tersebut, prosedur pemeriksaan, jadwal pelaksanaan, dan durasi waktu mendapatkan hasil pemeriksaan, harus sinkron dengan semua institusi pelayanan, agar pelayanan kepada masyarakat lancar dan memuaskan.

“Semua harus terkoordinasi dan kita persiapkan dengan sebaik-baiknya, agar masyarakat tidak kecewa,” ujar SAG.[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.