Thursday, February 27, 2020

Pemenuhan Hak Anak Butuh Keterlibatan Semua Pihak

Must Read

MK Belum Jadwalkan Pembacaan Putusan Pilkada Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia belum menetapkan jadwal pembacaan putusan gugatan tahapan pilkada Aceh. Sebelumnya...

Masjid Nabawi Padat, Jemaah Asal Aceh Nyasar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah jemaah calon haji asal Aceh tersesat di antara kepadata jemaah yang memenuhi Masjid...

Besok, Kapal Pesiar Seabourn Pride Singgah di Sabang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebuah kapal pesiar yang mengangkut 700 turis dan kru akan berlabuh di Pelabuhan Bebas...

Aceh Buka Akses bagi UNHCR dan IOM

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Otoritas Aceh akhirnya memberikan kelonggaran bagi Badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR) dan IOM dalam...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Amrina, mengatakan tanggung jawab utama pemenuhan hak anak itu adalah orang tua. Orang tua menjadi pihak pertama mendidik dan memenuhi segala kebutuhan anak.

“Dimensi paling pertama dalam pemenuhan hak anak itu orang tua masing-masing, baru kemudian pemerintah,” kata Amrina dalam diskusi publik “Pemenuhan dan Perlindungan Hak-Hak Anak” di Banda Aceh, Kamis (6/2/2020) sore.

Menurut Amrina, dalam mendidik anak tidak boleh secara kekerasan, tidak dibenarkan dengan cara memukul. Karena akan berefek tidak baik saat anak tumbuh kembang anak saat dewasa. “Kalau ada yang bilang, karena saya pukul jadi gubernur. Seharusnya dibalik, kalau gak dipukul justru bisa jadi presiden,” sebutnya.

Untuk itu, kata Amrina, butuh keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan pemunuhan hak anak. “Termasuk bagaimana agar memberantas kemiskinan, agar anak terpenuhi segala kebutuhan dasar anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UNICEF Kantor Perwakilan Aceh Andi Yoga Tama menilai, diskusi tersebut penting dihelat karena persoalan pemenuhan hak anak dilakukan sepanjang masa, saat ini maupun di masa yang akan datang. Tagline “Aceh Hebat” yang diusung oleh Pemerintah Aceh pun, kata Andi, bisa terwujud jika perlindungan serta hak anak sudah terpenuhi.

“Diskusi mengenai pemenuhan hak anak masih sangat kurang di publik, mungkin karena banyak yang belum memahami bahwa di Aceh sendiri masih banyak yang belum memahami tentang pemenuhan hak anak,” kata Andi saat membuka diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh.

Beberapa SKPA di Aceh, lanjut Andi, memiliki tupoksi yang bersentuhan langsung dengan anak, seperti dinas sosial, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan. Karenanya Andi berharap program-program yang dijalankan pada dinas-dinas terkait mencakup pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Selama kegiatan berlangsung, para narasumber membeberkan mengenai hak-hak dan perlindungan anak serta kondisi terkini pemenuhan hak anak di Aceh. Andi berharap, diskusi tersebut menambah wawasan khalayak sehingga semakin banyak orang berkontribusi dalam memenuhi hak anak.

“Kita ingin anak-anak Aceh hebat-hebat dan bisa berkontribusi membangun Aceh di masa depan,” tutur Andi.

Ketua AJI Banda Aceh, Misdarul Ihsan, menyebut diskusi tersebut diselenggarakan agar khalayak dan jurnalis memiliki pengetahuan dan semangat yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan anak yang baik.
Saat ini, menurut Ihsan, media massa tidak hanya memberitakan terkait peristiwa, namun juga meliput terkait pemenuhan hak anak seperti dalam bidang kesehatan, perlindungan, lingkungan, dan lainnya.

“Kita ingin menekan angka kekerasan terhadap anak di Aceh, mudah-mudahan dengan keterlibatan semua pihak, angka kekerasan anak di Aceh bisa berkurang,” kata dia.

AJI menghadirkan tiga narasumber dalam diskusi publik tersebut, yaitu Ayu Ningsih dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh, Amrina dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, serta Dhiana dari Unicef.[]

Foto: Indra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This