Tuesday, February 18, 2020

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

Must Read

FOTO | Penjual Batu Putih

Warga mengumpulkan batu putih yang siap dipasarkan di Krueng Baru Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya, Jumat (21/6). Batu...

BMG Aceh Tidak Pantau Gerhana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Badan Metereologi dan Giofisika (BMG) Aceh, tidak melakukan pemantauan gerhana matahari. Hal itu...

FOTO | Kebakaran

Sebuah toko kelontong terbakar di Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Senin (12/11). Belum diketahui sumber api dan kerugian...

Hari Kesehatan

Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsyiah yang tergabung dalam Asian Medical Student's Association (AMSA) melakukan aksi simpatik dan teatrikal memperingati...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis dari berbagai media di Sabang. Kegiatan yang bekerja sama dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) Wilayah Aceh itu digelar pada Jumat-Minggu (24-26/1/2020).

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi pada Jumat sore. Sejumlah pemateri yang hadir yaitu ahli pers di Aceh atau CEO acehkini.id, Adi Warsidi; Social Policy Specialist UNICEF, Angga Dwi Martha, Health Officer UNICEF, Dita Ramadonna; Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh, Herlina Dimiati; dan Ketua Bidang Gender Anak Dan Kelompok Marjinal AJI Indonesia, Endah Lismartini.

Ketua AJI Banda Aceh, Misdarul Ihsan, mengatakan kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami isu-isu anak terutama yang berkaitan dengan hak anak dan kesehatan anak, termasuk imunisasi dan prinsip-prinsip hak anak dalam membuat laporan isu anak.

“Selama workshop ini, 25 jurnalis dari berbagai media di Aceh dilatih bagaimana meliput isu anak agar sesuai standar profesionalisme dan kode etik jurnalistik serta berbasis data yang mudah dipahami publik,” sebut Ihsan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (24/1).

Setelah mengikuti workshop, tambah Ihsan, sebanyak enam jurnalis terbaik akan diberikan beasiswa peliputan untuk meliput isu-isu hak anak dan imunisasi.

Sementara itu, Angga Dwi Martha menyatakan bahwa jurnalis dan media memiliki peranan yang sangat penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Menurutnya, media menjadi corong penyampaian informasi mengenai pemenuhan hak anak kepada masyarakat luas.

“Media merupakan teropong dalam menceritakan mengenai pentingnya pemenuhan hak-hak anak dan penting untuk memastikan kepentingan terbaik untuk anak,” ujar Angga.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This