Tuesday, April 7, 2020

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

Must Read

Banda Aceh Malam Hari

Lanskap jembatan Pante Pirak, Banda Aceh, saat malam hari. Pemerintah Kota Banda Aceh mencanangkan pengembangan wisata air di Krueng...

1.197 Napi Aceh Dapat Remisi, 83 Bebas

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 1.197 narapidana (Napi) di Aceh mendapat pengurangan masa hukuman (remisi) dalam rangka HUT...

Hasil Sidang Komdis PSSI: Persiraja dan Persita Didenda Rp 50 Juta

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja Banda Aceh dikenakan denda oleh Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis...

Bendera PA di Pagar DPRA Diturunkan

BANDA ACEH, acehkita.com. Bendera Partai Aceh yang dipasang di pagar depan halaman gedung DPR Aceh Jl M Daud Beureueh...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis dari berbagai media di Sabang. Kegiatan yang bekerja sama dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) Wilayah Aceh itu digelar pada Jumat-Minggu (24-26/1/2020).

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi pada Jumat sore. Sejumlah pemateri yang hadir yaitu ahli pers di Aceh atau CEO acehkini.id, Adi Warsidi; Social Policy Specialist UNICEF, Angga Dwi Martha, Health Officer UNICEF, Dita Ramadonna; Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh, Herlina Dimiati; dan Ketua Bidang Gender Anak Dan Kelompok Marjinal AJI Indonesia, Endah Lismartini.

Ketua AJI Banda Aceh, Misdarul Ihsan, mengatakan kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami isu-isu anak terutama yang berkaitan dengan hak anak dan kesehatan anak, termasuk imunisasi dan prinsip-prinsip hak anak dalam membuat laporan isu anak.

“Selama workshop ini, 25 jurnalis dari berbagai media di Aceh dilatih bagaimana meliput isu anak agar sesuai standar profesionalisme dan kode etik jurnalistik serta berbasis data yang mudah dipahami publik,” sebut Ihsan dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (24/1).

Setelah mengikuti workshop, tambah Ihsan, sebanyak enam jurnalis terbaik akan diberikan beasiswa peliputan untuk meliput isu-isu hak anak dan imunisasi.

Sementara itu, Angga Dwi Martha menyatakan bahwa jurnalis dan media memiliki peranan yang sangat penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Menurutnya, media menjadi corong penyampaian informasi mengenai pemenuhan hak anak kepada masyarakat luas.

“Media merupakan teropong dalam menceritakan mengenai pentingnya pemenuhan hak-hak anak dan penting untuk memastikan kepentingan terbaik untuk anak,” ujar Angga.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This