ACT Beri Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya di Aceh

0
120
ACT Beri Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya di Aceh
ACT Beri Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: Dok. ACT Aceh)

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Puluhan anak-anak pengungsi Rohingya yang berada di gedung bekas gedung imigrasi antusias mengikuti kegiatan trauma healing yang diselenggarakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi pengungsian mereka bertempat di bekas gedung imigrasi, kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh Minggu (28/6).

Kepala Cabang ACT Lhokseumawe, Thariq Farline, mengatakan trauma healing tersebut dilaksanakan bertujuan menghilangkan rasa trauma akibat cukup lama berada di lautan. Kegiatan baru dapat dilaksanakan dua hari setelah dua mereka tiba di bumi Serambi Mekkah karena harus terlebih dahulu didata oleh pihak imigrasi.

“Kegembiraan sangat terlihat di wajah yang begitu ceria setiap puluhan anak Rohingya yang mengikuti kegiatan trauma healing. Mereka mengikutinya dengan tertib yang dipandu oleh salah satu pengungsi Rohingya yang sudah sedikitnya bisa berbahasa Indonesia,” ujar Thariq dalam keterangan tertulis, Senin (29/6).

ACT Beri Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya di Aceh
Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya. (Foto-foto: Dok. ACT Aceh)

Thariq Farline menyebut trauma healing merupakan salah satu solusi yang tepat mengantisipasi post-traumatic syndrome disorder di kalangan anak-anak, serta memulihkan psikologis setelah terhempas di lautan ganas. Harapannya mereka dapat ceria dan kembali ceria.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan trauma healing tersebut pihaknya menyertakan edukasi seperti mengajarkan salawat, asmaul husna, dan membaca surat Al-Fatihah. “Di antara mereka ada yang masih dalam usia pendidikan. Daripada mereka hanya duduk saja di dalam maka mari kita berikan edukasi,” sebutnya.

Ke depannya, aksi-aksi serupa akan terus dilakukan seperti menggambar maupun membuat outbound bersama anak-anak Rohingya di pengungsian. “Kini, kondisi di tempat pengungsian lebih nyaman dan anak-anak Rohingya sangat cepat dekat meskipun terkendala bahasa,” ujar Thariq.[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.