Update Peta Risiko Covid-19 di Aceh: 1 Daerah Zona Merah, 21 Oranye, 1 Kuning

Banda Aceh Perketat dan Perluas Area Razia Prokes Tekan Penyebaran COVID-19
Razia protokol kesehatan di Kota Banda Aceh, Aceh, Mei 2020. (Foto: Abdul Hadi/acehkini)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Peta zonasi risiko Covid-19 di Aceh berubah lagi. Berdasarkan analisis data pandemi periode 31 Mei–6 Juni 2021 yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, satu daerah di Aceh kini masuk zona zona merah (risiko tinggi) Covid-19 yaitu Kota Banda Aceh.

Sementara 21 kabupaten/kota lainnya berada di zona risiko sedang atau zona oranye Covid-19. Selain itu, ada satu daerah di Aceh yang berada di zona kuning atau zona risiko rendah Covid-19 yaitu Kota Subulussalam.

“Kota Banda Aceh merupakan satu-satunya daerah zona merah di Aceh saat ini,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani dalam keterangannya Selasa (8/6) malam.

Jubir yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, hasil analisis data pandemi Covid-19 seminggu sebelumnya (periode 24–30 Mei 2021) tidak ada zona merah di Aceh, dan Banda Aceh merupakan zona oranye bersama 22 kabupaten/kota lainnya. Zona merah dalam peta zonasi risiko Covid-19 Nasional merupakan daerah risiko tinggi kasus Covid-19.

“Selain Kota Banda Aceh yang turun status ke zona merah, Kabupaten Nagan Raya yang pada minggu lalu masih zona kuning kini kembali menjadi zona oranye. Satu-satunya daerah zona kuning di Aceh saat ini Kota Subulussalam,” sebutnya.

SAG mengatakan, Kota Subulussalam naik kelas dari zona oranye menjadi kuning sejak 23 Mei 2021. Zona kuning merupakan zona risiko rendah Covid-19.

Update Peta Risiko Covid-19 di Aceh: 1 Daerah Zona Merah, 21 Zona Oranye, 1 Kuning

Ia menyebut, peta zonasi risiko Covid-19 itu akan terkoreksi setiap minggu dan hal tersebut tergantung pada dinamika penanganan pandemi COVID-19 di setiap kabupaten/kota. Peta zonasi risiko itu diukur berdasarkan indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan di suatu daerah.

Lebih lanjut, SAG berharap kondisi pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh segera terkoreksi kembali dengan gencarnya operasi yustisi belakangan ini, sosialisasi protokol kesehatan, dan melakukan testing, tracing, dan peningkatan pelayanan rumah sakit. Upaya-upaya itu akan menekan kasus baru, meningkatkan kesembuhan, dan menekan jumlah yang meninggal dunia.

“Kabupaten/kota kuning dan oranye pun harus melakukan hal yang sama agar pindah ke zona yang dinilai aman, yakni zona hijau,” ujarnya.

Kasus Covid-19 Bertambah 157

SAG juga menyampaikan bahwa ada penambahan 157 kasus positif Covid-19 di Aceh dalam 24 jam terakhir. Sementara pasien sembuh bertambah 68 orang, dan kasus meninggal dunia bertambah lima orang.

“Kasus positif baru di Aceh bertambah lagi 157 orang, pasien yang sembuh 68 orang, dan lima orang meninggal dunia,” sebutnya.

SAG menambahkan, secara kumulatif kasus Covid-19 di Aceh per 8 Juni 2021 telah mencapai 16.352 orang. Rinciannya, pasien yang sudah sembuh sebanyak 12.496 orang. Penderita yang sedang dirawat (kasus aktif) 3.223 orang, dan kasus meninggal dunia mencapai 633 orang. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.