Monday, March 30, 2020

Stunting dan JKN Jadi Isu Utama Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2019

Must Read

Indonesia Harus Bisa Berdayakan Potensi Maritim

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan yang cukup besar....

Tidak Ada Lagi Perubahan Jadwal Pilkada: Dirjen Otda

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan menegaskan bahwa jadwal pemilihan kepala...

KIP Distribusikan Logistik

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, mendistribusikan logistik pemilu ke sembilan kabupaten/kota. Logistik yang didistribusikan...

Malam Ini, Indonesia Biru Tampil di Kick Andy

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Masih ingat dua jurnalis yang melakukan perjalanan jurnalistik keliling Indonesia? Malam ini, pukul 20.05...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Bukhari, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh, menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Tahun 2019, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/11). Pada peringatan HKN 2019, stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi dua isu kesehatan yang paling utama harus diselesaikan.

Saat membacakan amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Bukhari mengatakan berbagai langkah pembangunan kesehatan yang dilakukan pemerintah telah mencapai keberhasilan. Hal tersebut, kata dia, diukur dari parameter usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang meningkat.

Kemudian, menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tuberkulosis.

“Terima kasih, dalam kurun waktu 5 tahun angka stunting nasional telah berhasil diturunkan hampir 10 %,” kata Bukhari.

Selain itu, kata Bukhari, berdasarkan amanat Presiden, ada dua isu kesehatan yang paling utama harus diselesaikan. Di antaranya adalah stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Walaupun besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, tapi peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi saat ini dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata,” kata Bukhari.

Oleh sebab itu, lanjut Bukhari, pembangunan kesehatan harus menekankan pada dua penguatan yaitu optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan. Optimalisasi inovasi layanan kesehatan, kata dia, dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu.

“Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi tumpang tindih, sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan,” tutur Bukhari.

Dalam kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh itu mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum Hari Kesehatan Nasional sebagai pemantik mengoptimalkan upaya pembangunan generasi sehat demi terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.

“Apa yang sudah dirintis sebelumnya kita lanjutkan dan tingkatkan. Saya optimis kita dapat mewujudkan SDM unggul Indonesia maju seperti yang diharapkan oleh Presiden dan oleh kita semua,” tutur Bukhari.

Dinas Kesehatan Aceh dalam sepekan terakhir juga menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2019. Di antaranya kegiatan baksi sosial di sekolah-sekolah, lomba senam peregangan, senam jantung sehat dan sepeda santai, penyerahan penghargaan kepada tenaga kesehatan (nakes) teladan dan asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat tradisional keluarga (asman toga), serta cek kesehatan gratis.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This