Wednesday, February 26, 2020

Minor, Dokumenter Anak Aceh Masuk Nominasi FFI 2019

Must Read

FOTO | Imigran Rohingya di Penampungan

Sebanyak 573 imigran asal Myanmar dan Bangladesh berada di penampungan Gedung Olahraga Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (11/5/2015). Imigran yang...

Motif Penembakan Saifuddin Yunus Belum Diketahui

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Pihak Kepolisian Resor Kota Lhokseumawe terus berupaya mengungkap kasus penembakan Ketua DPRK Saifuddin Yunus dinihari...

Twitter Berbahasa Indonesia Diluncurkan

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Penetrasi pengguna jejaring sosial sekelas microblogging di Indonesia memang begitu tinggi. Indonesia termasuk dalam tiga...

Dinilai Gagal Pimpin Aceh, MPR Minta Zaini Mundur

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Memperingati setahun kepemimpinan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, dua puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Film produksi Aceh Documentary berjudul “Minor” kembali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2019, kategori film dokumenter pendek.

Ini merupakan kali kedua film dari Aceh masuk nominasi Festival Film Indonesia, setelah film dokumenter berjudul 1880 MDPL pada tahun 2016 dalam nominasi kategori film dokumenter pendek.

Festival Film Indonesia adalah salah satu Festival Film bergengsi di Indonesia yang memberikan apresiasi kepada karya film, baik fiksi maupun dokumenter. Selain itu, FFI juga memberikan anugerah kepada setiap insan perfilman di Indonesia.

Film “Minor” disutradarai dua sineas perempuan Aceh, Vena Besta Klaudina dan Takziyatun Nufus. Film ini mengangkat kisah seorang remaja kristiani yang hidup di Aceh. Film “Minor” selesai diproduksi pada pertengahan Agustus 2019 yang merupakan program Aceh Documentary Competition 2019.

Proses produksi film Minor. Foto: Dok. Aceh Documentary

Direktur Aceh Documentary, Faisal Ilyas, mengatakan misi Aceh Documentary adalah  memajukan perfilman Aceh di nasional dan internasional.

“Salah satunya adalah dengan cara mengirim karya film yang disutradarai langsung oleh pemuda-pemudi Aceh ke festival film di tingkat nasional dan internasional,” kata dia, kepada jurnalis, Rabu (13/11/2019).

Menurut Faisal, film dokumenter “Minor” bersaing dalam nominasi kategori film dokumenter pendek, bersama empat film lainnya untuk menjadi film dokumenter pendek terbaik.

Empat film tersebut yaitu 50 : 50 karya Rofie Nur Fauzie, Diary of Cattle karya David Darmadi & Lidya Afrilita, Rumah Terakhir karya Thyke Syukur, dan Sejauh Kumelangkah karya Ucu Agustin.

“Aceh Documentary akan terus mencetak sutradara muda dan karya-karya film yang mampu mengangkat sinema Aceh di kancah perfilman nasional dan internasional,” tutur Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya dalam tujuh tahun ini sudah meluluskan puluhan sutradara muda dari berbagai daerah di Aceh melalui program Aceh Documentary Junior dan Aceh Documentary Competition.

Selain masuk nominasi Festival Film Indonesia, karya-karya film produksi Aceh Documentary juga telah memenangkan berbagai kategori pada festival-festival film di Indonesia, seperti Festival Film Dokumenter Jogjakarta, Malang Film Festival, Festival Film Surabaya, dan lain-lain.

“Film-film Aceh Documentary juga sudah diputar di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This