Wednesday, December 11, 2019

Minor, Dokumenter Anak Aceh Masuk Nominasi FFI 2019

Must Read

Asian Games 2018: Defia Rosmaniar Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Indonesia

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Atlet taekwondo Indonesia, Defia Rosmaniar, berhasil meraih medali emas kategori tunggal putri nomor poomsae (peragaan...

Banda Aceh Gelar Festival Sekolah Siaga Bencana

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengajak semua pihak untuk bisa mensukseskan program Pengurangan Risiko...

The Reds KO

FIRENZE – Tuan rumah Fiorentina sukses menekuk Liverpool di laga Liga Champions dengan skor telak 2-0. Pada laga yang...

Ada Tentara di TPS, Lapor Mabes TNI

JAKARTA, acehkita.com. Anda menemukan tentara di lokasi pemungutan suara? Markas Besar Tentara Nasional Indonesia telah memerintahkan semua anggota TNI...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Film produksi Aceh Documentary berjudul “Minor” kembali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2019, kategori film dokumenter pendek.

Ini merupakan kali kedua film dari Aceh masuk nominasi Festival Film Indonesia, setelah film dokumenter berjudul 1880 MDPL pada tahun 2016 dalam nominasi kategori film dokumenter pendek.

Festival Film Indonesia adalah salah satu Festival Film bergengsi di Indonesia yang memberikan apresiasi kepada karya film, baik fiksi maupun dokumenter. Selain itu, FFI juga memberikan anugerah kepada setiap insan perfilman di Indonesia.

Film “Minor” disutradarai dua sineas perempuan Aceh, Vena Besta Klaudina dan Takziyatun Nufus. Film ini mengangkat kisah seorang remaja kristiani yang hidup di Aceh. Film “Minor” selesai diproduksi pada pertengahan Agustus 2019 yang merupakan program Aceh Documentary Competition 2019.

Proses produksi film Minor. Foto: Dok. Aceh Documentary

Direktur Aceh Documentary, Faisal Ilyas, mengatakan misi Aceh Documentary adalah  memajukan perfilman Aceh di nasional dan internasional.

“Salah satunya adalah dengan cara mengirim karya film yang disutradarai langsung oleh pemuda-pemudi Aceh ke festival film di tingkat nasional dan internasional,” kata dia, kepada jurnalis, Rabu (13/11/2019).

Menurut Faisal, film dokumenter “Minor” bersaing dalam nominasi kategori film dokumenter pendek, bersama empat film lainnya untuk menjadi film dokumenter pendek terbaik.

Empat film tersebut yaitu 50 : 50 karya Rofie Nur Fauzie, Diary of Cattle karya David Darmadi & Lidya Afrilita, Rumah Terakhir karya Thyke Syukur, dan Sejauh Kumelangkah karya Ucu Agustin.

“Aceh Documentary akan terus mencetak sutradara muda dan karya-karya film yang mampu mengangkat sinema Aceh di kancah perfilman nasional dan internasional,” tutur Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya dalam tujuh tahun ini sudah meluluskan puluhan sutradara muda dari berbagai daerah di Aceh melalui program Aceh Documentary Junior dan Aceh Documentary Competition.

Selain masuk nominasi Festival Film Indonesia, karya-karya film produksi Aceh Documentary juga telah memenangkan berbagai kategori pada festival-festival film di Indonesia, seperti Festival Film Dokumenter Jogjakarta, Malang Film Festival, Festival Film Surabaya, dan lain-lain.

“Film-film Aceh Documentary juga sudah diputar di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

LPSK: Saatnya Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berpendapat inilah saatnya negara...

Aceh Butuh Tenaga Non-kependidikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Majelis Pendidikan Aceh (MPA) melakukan Focus Group Discussion (FGD) hasil kajiannya tentang Tenaga Kependidikan Non Guru SMA/SMK dan Madrasah...

5 Pelari ‘Run To Care’ Anak Aceh Telah Selesaikan 250 Km

Memori perjuangan anak Aceh, menggerakkan kaki lima pelari Run To Care untuk lakukan misi kebaikan. Nicky Hogan, Carla Felany, Gatot Sudariyono, Vonny Anggraini, dan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Sulastri Terima Penghargaan Guru Inspiratif dari Menag

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, Sulastri mendapat penghargaan dari Menteri Agama RI dalam acara Ekspose Kompetensi dan Profesionalitas Guru Madrasah 2019....

Ambil Video acehkita dan acehkini, EO Festival Danau Lut Tawar Minta Maaf

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Event Organizer (EO) Bima Rakan Sejahtera (BRS), yang menjadi panitia pelaksana Festival Danau Lut Tawar 2019 meminta maaf atas...

More Articles Like This