Thursday, April 9, 2020

Sejarah Korea di Makam Raja Muryeong

Must Read

Penyemprotan

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, melakukan pengasapan di reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa di Padang Pariaman,...

Pasangan Irwandi-Muhyan Mendaftar ke KIP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur dan...

Latihan Akhir

Kapoltabes Banda Aceh, Samsul Bahri (berbaju putih) melihat hasil latihan timnya di sirkuit buatan, Lamnyong, Banda Aceh. Kamis (30/4)....

UPDATE DPD: Adnan Gantikan Posisi Zainal Abidin

BANDA ACEH, acehkita.com. Kota Langsa telah mengirimkan hasil rekapitulasi suara untuk tingkat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada hari Senin...

Berwisata ke Korea Selatan tampaknya belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi beberapa kota yang letaknya tak begitu jauh dari Seoul, ibu kota negeri Ginseng. Gongju bisa jadi adalah pilihan yang tepat.

Tak begitu jauh dari hiruk pikuk kota besar, Anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda. Terlebih bagi pengunjung yang menyukai arkeologi dan sejarah. Karena di kota Gongju, ada peninggalan Kerajaan Baekje, salah satu dari tiga kerajaan pertama di Semenanjung Korea. Dulunya, terdapat tiga kerajaan besar yang mendominasi daratan Korea, yaitu Goguryeo, Baekje, dan Silla.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Kerajaan Baekje memberikan pengaruh yang mendalam bagi penyebaran kebudayaan Cina ke Jepang dan mengadaptasi Budha sebagai agama negara.

Kerajaan Baekje mendirikan ibu kota baru di Ungjin, dekat sungai Geumgang selama 63 tahun. Ungjin memiliki perkembangan yang cukup pesat dan punya istana yang megah serta temple-temple yang indah. Namun pada akhir periodenya, ibu kota kerajaan dipindahkan ke Buyeo karena alasan politik.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Kejayaan Kerajaan Baekje masih dapat dilihat hingga kini di Tomb of King Muryeong atau makam Raja Muryeong. Selain makam Raja Muryeong, di pemakaman kuno ini juga terdapat makam raja dan istrinya yang memerintah Kerajaan Baekje dari tahun 501 sampai tahun 523 masehi. Pemakaman ini sering dikenal dengan sebutan Songsan Ri Tomb No 7. Setelah diteliti dan dikumpulkan, terdapat tujuh makam di tempat ini.

Saat Raja Muryeong berkuasa selama 23 tahun, terjadi peningkatan hubungan internasional dan kerjasama perdagangan, serta pertukaran budaya dengan kerajaan di Cina dan kerajaan lainnya di Asia Timur. Dengan baiknya hubungan diplomatik itu, Raja Muryeong dijuluki “The Great Jenderal Tranqulizing Timur”. Selain itu, dia menstabilkan kehidupan warga kota dan memperluas kekuasaan kerajaan.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Penemuan makam kuno secara utuh ini menjadi salah satu penemuan arkeologi penting dalam sejarah Korea, sekaligus menjadi bahan penelitian untuk menelusuri Kerajaan Baekje. Makam yang kini berada di Gongju (Chungcheongnam-do) telah dimasukkan ke dalam Korea Historic Site nomor 13 dan termasuk dalam daftar sementara situs warisan dunia.

Menurut buku petunjuk wisata, penemuan makam ini bermula secara tidak sengaja. Makam Raja Muryeong ditemukan saat dilakukan pekerjaan konstruksi saluran air pada tahun 1971, ketika digali lagi untuk pertama kalinya sejak raja dan ratu dikuburkan di sana selama 1.500 tahun sebelumnya. Ruang Makam Raja Muryeong dibangun dari batu bata. Makam ini sudah pernah dijarah oleh perampok dan pencuri lebih dari seribu tahun yang lalu.

Dari makam ini ditemukan 2.906 peninggalan. 108 jenis di antara yang digali termasuk aksesoris seperti ornamen mahkota, anting-anting, kalung, dan gelang. 12 jenis diantara penemuan ditetapkan sebagai harta nasional.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Obyek paling penting yang ditemukan dalam makam adalah batu prasasti-plak bantalan catatan terukir untuk pembelian tempat tersebut dari roh-roh di wilayah itu.  Penemuan Makam Raja Muryeong memamerkan kekayaan budaya dan seni Baekje.

Dari luar makam terdapat seperti gundukan tanah sekitar 20 meter dan diameter 7,7 meter ( 66 × 25 kaki). Beberapa ahli meyakini gundukan itu awalnya lebih besar, terutama pada makam sebagai sistem drainase.

Makam ini didasarkan pada prototipe Cina Selatan, tetapi juga mencakup unsur-unsur Baekje dalam menciptakan sebuah makam ala Korea. Elemen Korea pada makam ditemukan di area selatan, termasuk bentuk melengkung ruangan dan pola warna bata yang digunakan. Gaya ini hanya di
temukan di wilayah Gongju. Sementara pengaruh pola Cina terlihat kuat di bagian utara makam.

Tertarik untuk berkunjung ke sini? Tomb of King Muryeong ini dibuka setiap hari dari pukul 19.00 pagi sampai 18.00 sore dan hanya ditutup ketika libur tahun baru dan chuseok day. Selain bisa melihat berbagai peninggalan sejarah, juga ada film serta animasi yang dibuat untuk membuat pengunjung lebih memahami makam. Serta dilengkapi dengan Exhibit Story, Arena Learning berbasis information search system dan multimedia tour guide system. Selamat wisata. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This