Friday, April 3, 2020

Resmi Dibuka Gubernur Kalbar, Festival Media 2018 Mendekatkan dan Mengedukasi Masyarakat

Must Read

Alfield Gank Punya Mental Juara: Rafa

LIVERPOOL, acehkita.com-Usai menang susah payah saat kontra Fulham di Craven Cottage, Sabtu (4/4), Manajer Liverpool Rafa Benitez makin percaya...

Eksepsi

Yasir Arafat, terdakwa dalam kasus penembakan Serka Ismail Lopa, mendengarkan eksepsinya yang dibacakan kuasa hukum pada sidang lanjutan di...

Menyambut Bulan Puasa, Siswa Pawai

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Menyambut bulan suci Ramadan 1432 H, ratusan siswa di Kota Banda Aceh melakukan pawai...

Tiga Perempuan Aceh Gowes ke Padang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Untuk memperingati Hari Kartini, tiga perempuan Aceh akan ambil bagian dalam ekspedisi Srikandi III...

PONTIANAK | ACEHKITA.COM — Rangkaian Festival Media (Fesmed) 2018 resmi dibuka Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Pontianak, Jumat (21/9). Seremoni pembukaan diawali persembahan tarian Cidayu, yang melambangkan keberagaman budaya di Kalimantan Barat, sesuai tema Fesmed kali ini, yakni Diversity in The Heart of Borneo.

Sutarmidji mengatakan peran media sangat dibutuhkan dalam era keterbukaan informasi. Penyampaian informasi jauh lebih cepat dan efektif melalui media massa. Itu dirasakannya sendiri saat masih menjadi Wali Kota Pontianak hingga resmi menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat.

“Banyak juga politisi dan pejabat alergi terhadap media. Menurut saya, itu salah. Media itu cepat dalam menyampaikan informasi,” sebutnya.

Sutarmidji berkomitmen untuk tetap menjalankan keterbukaan informasi dalam tata kelola pemerintahan. Itu termasuk memberi kemudahan akses kepada para jurnalis.

“Saya selalu layani. Kadang ada yang jam 10 malam atau sudah mau naik cetak (korannya) menelpon untuk konfirmasi berita,” ujar Sutarmidji.

Dalam edaran pers dijelaskan, Festival Media di Pontianak merupakan penyelenggaraan yang ketujuh. Agenda nasional tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini berlangsung pada 21-22 September, dan menghadirkan sebanyak 17 workhsop dan talkshow. Workshop dan talkshow digelar paralel setiap hari dengan beragam tema dan narasumber berkompeten.

Rangkaian Fesmed 2018 dimulai dengan beberapa seri pelatihan jurnalistik yang digelar sejak 19 September sebagai agenda pra-event. Seri pelatihan berlanjut kembali pada 22-24 September sebagai agenda pasca-event.

Fesmed 2018 juga dimeriahkan pameran dengan menghadirkan stan dari para pengurus AJI Kota di Indonesia, dan LSM. Selain itu, pegiat usaha kecil dan menegah, BUMN, instansi pemerintah maupun swasta serta media partner Total terdapat 64 stan yang memeriahkan pameran.

Panitia juga mengelar panggung hiburan yang menghadirkan pemusik lokal pada dua malam berturut di lokasi kegiatan di Rumah Radakng, Pontianak. Selain itu, diagendakan wisata kota (city tour) untuk menyaksikan titik kulminasi, dan berlanjut ke wisata budaya di Singkawang pada 23-24 September bagi peserta Fesmed.

“Kami hanya mempunyai waktu sekitar empat bulan untuk menyiapkan Fesmed. Banyak dinamika yang terjadi selama persiapan. Terima kasih untuk semua pendukung dan sponsor yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Ketua Panitia Fesmed 2018 Rudi Agus.

Sebutnya, Fesmed digelar saban tahun secara bergilir di setiap kota. Tujuannya ialah mendekatkan kalangan media dengan masyarakat. Ini juga menjadi upaya AJI untuk mengedukasi masyarakat terhadap keberadaan jurnalis sebagai profesi.

“Masyarakat selama ini mengenal jurnalis dari produk akhirnya (karya jurnalistik), sekarang mereka bisa melihat dan saling berdiskusi dengan jurnalis. Banyak pengetahuan baru bisa diperoleh melalui workshop dan talkshow,” kata Ketua AJI Pontianak Dian Lestari.

Ketua Umum AJI Abdul Manan menegaskan komitmen organisasi terhadap penegakkan kode etik dan profesionalisme, kesejahteraan serta keberpihakan jurnalis kepada kepentingan publik.

“Loyalitas atau keberpihakan jurnalis ialah kepada warga (publik). Fesmed menjadi salah satunya (bukti keberpihakan kepada publik),” tegas Manan.

Kepala Polda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono dalam kesempatan yang sama mengajak kalangan jurnalis memerangi informasi palsu (hoaks). Dia memerkirakan peredaran hoaks melonjak menjelang Pemilu dan Pilpres 2019.

“Banyak ujaran kebencian, fitnah bahkan yang anti-Pancasila beredar di media sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan kepedulian untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan positif dan membangun,” ujar Didi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This