Friday, February 28, 2020

Refleksi Kehidupan Pengungsi 15 Tahun Silam, Museum Tsunami Tampilkan BARAK Aceh 9.1

Must Read

Minta Hujan, Warga Darussalam Salat Istisqa

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Ratusan warga Kemukiman Siem, Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (13/8) siang, melakukan salat Istisqa,...

BEM Sesumbagut: Jokowi Tidak Pantas Dua Periode

Mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbagut, Rabu (4/4) menggelar orasi damaidi Simpang Lima, Banda Aceh terkait...

Penjagaan di Rumah Din Minimi Diperketat

Din Minimi mendadak jadi selebritas. Rumahnya mendadak ramai dikunjungi orang penting. Mulai dari orang berpengaruh di level lokal hingga...

Mahasiswa Bagi-bagi Mawar untuk Perawat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 300-an mahasiswa jurusan keperawatan dari pelbagai kampus di Banda Aceh membagi-bagikan bunga mawar...

Merekayasa kembali suasana dan rekonstruksi pengungsian 15 tahun silam setelah Aceh diluluhlantakkan Ie Beuna atau Smong (Tsunami) bukanlah hal biasa. Refleksi ke masa silam ini menjadi keunikan tersedia bagi UPTD Museum Tsunami Aceh untuk menghadirkan dalam bentuk pameran temporer bertema BARAK Aceh 9.1.

Pameran temporer yang merefleksikan kehidupan pengungsi di barak-barak pengungsian di Aceh pada 15 tahun silam, resmi dibuka untuk masyarakat umum di lantai 3 Museum Tsunami Aceh mulai Kamis (17/10) hingga Desember 2019 mendatang.

Koordinator UPTD Museum Tsunami Aceh, Hafnidar, menyebutkan pameran yang mengangkat sisi refleksi pengungsian di Aceh yang dibalut dalam teknik rekonstruksi ini sebagai bentuk komunikasi pembelajaran bagi generasi ke generasi.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya pameran ini. Yang telah membantu dan terlibat untuk proses pencarian data dan benda serta saksi-saksi hidup tsunami 2004,” sebut Hafni, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10).

Meskipun sudah sedemikian rupa mengkaji dan membuat konsep, kata Hafni, karya museum ini tentunya masih jauh dari sempurna. “Masukan dan saran akan kami terima untuk kami kembangkan di kemudian hari. Mengingat kegiatan ini juga bagian dalam rangka menyambut hari museum yang jatuh 12 Oktober lalu,” ujarnya.

Mantan Deputi Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR), T Safir Iskandar Wijaya yang turut hadir dalam pembukaan pameran temporer BARAK Aceh 9.1 ini memberikan apresiasi bagi Museum Tsunami Aceh atas inisiatifnya memberikan edukasi bencana kepada masyarakat.

“Semua orang harus dilibatkan dan dibuka ruang oleh museum untuk terlibat, berpartisipasi saling menginspirasi baik berupa ide dan karya dalam menjaga nilai edukasi bagi masyarakat dan belajar dari kejadian masa lalu,” papar Safir usai mengunjungi pameran.

Mengkomunikasi pembelajaran bencana, kata Safir, tidak bisa hanya berharap pada Museum Tsunami Aceh saja, adanya kegiatan pameran seperti ini semua harus bergandeng tangan baik masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam membantu Aceh pada masa itu.

Dalam pembukaan pameran temporer ini selain disajikan rekonstruksi pengungsian juga disajikan teaterikal suasana barak (label hidup) yang diperankan oleh siswa-siswi SMAN 2 Banda Aceh.

Pameran BARAK Aceh 9.1 yang terbuka untuk umum dan pengunjung ini sendiri berada di lantai 3 Museum Tsunami Aceh berlangsung hingga Desember 2019 bertepatan pada peringatan 15 tahun Smong Aceh.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This