Refleksi Kehidupan Pengungsi 15 Tahun Silam, Museum Tsunami Tampilkan BARAK Aceh 9.1

0
1425
Refleksi Kehidupan Pengungsi 15 Tahun Silam, Museum Tsunami Tampilkan BARAK Aceh 9.1
Ruang pamaren temporer bertema BARAK Aceh 9.1 di lantai 3 Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. (Foto: Dok. Museum Tsunami)

Merekayasa kembali suasana dan rekonstruksi pengungsian 15 tahun silam setelah Aceh diluluhlantakkan Ie Beuna atau Smong (Tsunami) bukanlah hal biasa. Refleksi ke masa silam ini menjadi keunikan tersedia bagi UPTD Museum Tsunami Aceh untuk menghadirkan dalam bentuk pameran temporer bertema BARAK Aceh 9.1.

Pameran temporer yang merefleksikan kehidupan pengungsi di barak-barak pengungsian di Aceh pada 15 tahun silam, resmi dibuka untuk masyarakat umum di lantai 3 Museum Tsunami Aceh mulai Kamis (17/10) hingga Desember 2019 mendatang.

Koordinator UPTD Museum Tsunami Aceh, Hafnidar, menyebutkan pameran yang mengangkat sisi refleksi pengungsian di Aceh yang dibalut dalam teknik rekonstruksi ini sebagai bentuk komunikasi pembelajaran bagi generasi ke generasi.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya pameran ini. Yang telah membantu dan terlibat untuk proses pencarian data dan benda serta saksi-saksi hidup tsunami 2004,” sebut Hafni, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10).

Meskipun sudah sedemikian rupa mengkaji dan membuat konsep, kata Hafni, karya museum ini tentunya masih jauh dari sempurna. “Masukan dan saran akan kami terima untuk kami kembangkan di kemudian hari. Mengingat kegiatan ini juga bagian dalam rangka menyambut hari museum yang jatuh 12 Oktober lalu,” ujarnya.

Mantan Deputi Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR), T Safir Iskandar Wijaya yang turut hadir dalam pembukaan pameran temporer BARAK Aceh 9.1 ini memberikan apresiasi bagi Museum Tsunami Aceh atas inisiatifnya memberikan edukasi bencana kepada masyarakat.

“Semua orang harus dilibatkan dan dibuka ruang oleh museum untuk terlibat, berpartisipasi saling menginspirasi baik berupa ide dan karya dalam menjaga nilai edukasi bagi masyarakat dan belajar dari kejadian masa lalu,” papar Safir usai mengunjungi pameran.

Mengkomunikasi pembelajaran bencana, kata Safir, tidak bisa hanya berharap pada Museum Tsunami Aceh saja, adanya kegiatan pameran seperti ini semua harus bergandeng tangan baik masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam membantu Aceh pada masa itu.

Dalam pembukaan pameran temporer ini selain disajikan rekonstruksi pengungsian juga disajikan teaterikal suasana barak (label hidup) yang diperankan oleh siswa-siswi SMAN 2 Banda Aceh.

Pameran BARAK Aceh 9.1 yang terbuka untuk umum dan pengunjung ini sendiri berada di lantai 3 Museum Tsunami Aceh berlangsung hingga Desember 2019 bertepatan pada peringatan 15 tahun Smong Aceh.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.