Sunday, March 29, 2020

Qanun Rajam Berpeluang Loloskan Pelaku

Must Read

Unjuk Rasa Kejati

Mahasiswa berunjukrasa mendesak pengusutan dugaan penyimpangan anggaran Pekan Kebudayaan Aceh ke-5 Kabupaten Aceh Selatan, di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh,...

Abu Rimba Menyerah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Munir alias Abu Rimba alias Abu Uteun, tokoh yang masuk daftar pencarian orang yang...

Revisi UU ITE Berlaku Hari Ini

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hati-hati berbicara di ruang publik termasuk media sosial. Salah omong yang bisa menyinggung perasaan...

Asian Games 2018, Netizen Aceh: Bukan Tari Saman, tapi Ratoh Jaroe

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kehebohan upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta semalam...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Qanun Hukum Jinayat atau Qanun Rajam yang disahkan anggota DPR Aceh periode 2004-2009 pada 14 September lalu, berpotensi meloloskan para pelaku. Penerapan Qanun ini dinilai tergesa-gesa justru akan menjerat pelapor, bukannya pelaku. Ini disebabkan karena sulitnya menghadirkan saksi yang adil.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengkhawatirkan pemberlakuan Qanun Jinayat berpeluang lolosnya pelaku, dikarenakan masyarakat dan penegak hukum belum siap menerapkan kedua Qanun Pidana Islam, sehingga menjadi bumerang bagi Aceh.

“Saya masih keberatan jika hukum rajam tetap dicantumkan dalam Qanun tersebut,” kata Irwandi di Banda Aceh, Selasa.

Qanun Jinayat menuai kontroversi karena memuat sanksi rajam bagi para pelaku zina yang telah menikah. Klausul rajam ini dimasukkan oleh tim perumus dari DPRA. Sementara draf qanun yang diajukan pihak legislatif sama sekali tidak mencantumkan hukuman rajam.

Irwandi meminta agar qanun tersebut dibahas ulang.

DPR Aceh hasil pemilihan April lalu sepakat mengagendakan revisi Qanun Jinayat dan Qanun Acara Jinayat.

“Orang Aceh belum siap menrima penerapan qanun itu,” kata Ketua Sementara DPR Aceh Hasbi Abdullah. “Seperti kata Abu Panton (ulama karismatik), rakyat Aceh masih perlu pemahaman tentang hukum rajam, dan sosialisasi sebelum hukum itu diberlakukan.” []

6 COMMENTS

  1. wahai Bapak Bapak yang dihormati sekalian kalau negara sudah aman dan kekuasaan daerah sudah ada .berfikirlah dengan akal sehat jika mencipta undang undang biarlah seiring dengan kesejahteraan rakyat Aceh. biarkan rakyat aceh yang sudah sekian letih dengan aneka derita supaya bisa menarik nafas lega untuk seketika.Apakah sekiranya Qanun jinayat yang bakal dilaksanakan mampu menuai kesejahteraan rakyat? jangan sesekali setiap undang ungdang hanya menyulitkan dan menyiksa batin orang lain karna tingkah laku bapak bapak.Mengapa wajib kita biarkan orang Aceh menjadi mangsa ? Renungkanlah orang Aceh sudah terlalu ramai yang hilang dan korban ,baik karna konflik maupun akibat bencana cuma yang tersisa hanyalah generasi yang TAHE BANTE .Sepatutnya ketika bangsa lain didunia sedang berjalan dengan santai ,tetapi bangsa Aceh wajib berlari untuk mengejar ketingngalan dalam semua aspek.Sebaiknya bagi bapak bapak bermusyawarah untuk melaksanakan dan menjalankan pogram untuk kesejahteraan rakyat terlebih dahulu turunlah kegampong gampong untuk menganalisa sendiri apakah rakyat memerlukan Qanun atau we atau ha . karna seseorang pemimpin tidak tergolong pandai jika tiada kebijakan dalam akalnyahidup untuk menciptakan rakyatnya hidup sejahtera.

  2. Rajam dan gantung juga pelaku korupsi ya Tegku … Kami berdoa semoga Nad menjadi lebih baik dari masa lalu karena dipimpin oleh para Tengku yang mengerti dan mau menjalankan aturan agama Islam, Amin …

  3. Kalo ingin tegakkan hukum maka Syariat Islam harus dijalankan demi kebaikan umat semesta alam, palagi di Nad yang merupakan Propinsi Islami dari Negara yang berpenduduk terbesar di dunia yang beragama Islam

  4. coba pak irwandi pikir ulang…..
    memang susah terapkan rajam.
    bukan di jaman kita ja
    jaman dulu juga susah…
    yang penting teken dulu…..
    insyaAllah akan kita jalanlan siket2.
    ngak bisa di generasi sekarang bisa di lanjutkan generasi mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This