Peringati Hari Mangrove Sedunia, 2.020 Batang Bakau Ditanam di Lamguron

0
216
Peringati Hari Mangrove Sedunia, 2.020 Batang Bakau Ditanam di Lamguron
Aksi penanaman batang mangrove di Lamguron, Peukan Bada, Aceh Besar. (Foto: Ucok Parta/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2020, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menanam batang bakau (mangrove) di Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (5/8/2020).

Tahun ini peringatan hari mangrove sedunia atau yang disebut dengan International Mangrove Day direfleksikan melalui Gerakan Penanaman 2.020 batang mangrove secara serentak di setiap provinsi.

Khusus di Aceh, penanaman 2.020 batang mangrove dilaksanakan dipusatkan di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Sejak 2015 lalu, UNESCO secara resmi menetapkan Hari Mangrove Sedunia diperingati pada setiap 26 Juli sebagai International Mangrove Day dalam sebuah dokumen ‘Proclamation of the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem’.

“Pelestarian hutan mangrove sangat penting dilakukan dalam mitigasi perubahan iklim global,” ujar Nova dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Di Aceh sendiri, kata Nova, populasi mangrove selama ini relatif cukup baik. Namun begitu masih tetap perlu dilakukan pemeliharaan dan sosialisasi berkelanjutan bagi generasi muda agar tumbuhnya kesadaran menjaga hutan mangrove.

“Harus kita tingkatkan sosialisasi kepada generasi muda, generasi masa depan, bahwa mangrove memiliki fungsi ekologis yang begitu tinggi,” sebutnya.

Pascatsunami 2004, lanjut Nova, kondisi hutan mangrove yang sempat hancur di kawasan Peukan Bada sudah kembali tumbuh dengan baik.

“Artinya daerah ini sangat potensial untuk mereproduksi dirinya sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan data yang terdokumentasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebaran mangrove di Aceh memiliki luas sekitar 30.000 hektare yang tersebar di beberapa hamparan, salah satunya di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon di udara, ekosistem mangrove memiliki fungsi secara fisik, biologis dan ekonomis.

Secara fisik, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan angin agar tidak merusak daratan di sekitarnya, menahan abrasi pantai, mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan, dan mempercepat perluasan daratan.

Secara biologis berfungsi sebagai sumber plasma nutfah, habitat berbagai satwa, tempat bertelur, tempat pengasuhan, dan tempat mencari makan berbagai biota laut.

Sedangkan secara ekonomis, keberadaannya sangat penting untuk menghasilkan berbagai produk, baik kayu dan non kayu yang menjadi daya dukung bagi kehidupan manusia.

Kegiatan penanaman mangrove di Lamguron turut dihadiri Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem, Wiratno; Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Syahrial; Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto; serta sejumlah pejabat lainnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.