Wednesday, February 26, 2020

Perayaan Tahun Baru Tak Sesuai Syariat Islam

Must Read

Aceh Dilanda Gempa Magnitudo 5,1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 175 kilometer terjadi di perairan laut Kota...

FOTO | Bersihkan Kerkhof

Seorang pekerja membersihkan kuburan prajurit Belanda yang dimakamkan di kompleks Kerkhof Banda Aceh, Senin (18/2/2013). Kuburan ini hendak dicat...

Ziarah Makam Wali

Warga berdo'a di pusara Hasan Tiro di kompleks Makam Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro di Desa Meurue Kecamatan...

Pacuan Kuda di Pantai Lampuuk

Joki memacu kuda di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (9/5/2017) Sebanyak 18 ekor kuda ditunggangi para joki...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Menjelang pergantian tahun baru 2019, Pemerintah Aceh mengeluarkan imbauan agar tidak merayakan momen tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bahkan mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak bikin pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, dan balap-balapan kendaraan.

Surat imbauan nomor 003.2/30781 ditandatangani Nova pada Kamis, 27 Desember 2018. Imbauan itu dikeluarkan karena perayaan tahun baru dinilai melanggar aturan syariat Islam yang berlaku di sana.

Surat tersebut memuat empat poin imbauan. Pada poin pertama, menyebut agar malam pergantian tahun baru 1 Januari 2019 tidak melakukan pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan, dan permainan maupun kegiatan hura-hura lainnya tidak sesuai dengan syariat Islam, adat istiadat, dan budaya Aceh.

Selanjutnya pada poin kedua, pedagang diimbau agar tidak menjualbelikan petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya. Di poin ketiga, masyarakat diharapkan untuk memperkokoh kesatuan dan ketertiban di dalam masyarakat.

“Meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang dilarang agama serta melanggar peraturan perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam,” bunyi poin keempat.

Sebelum gubernur, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman lebih dulu mengeluarkan imbauan serupa. Menurutnya, perayaan tahun baru bukan budaya masyarakat Aceh dan bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

““Kita punya tahun baru sendiri yakni 1 Muharram yang harus kita besarkan. Kalau malam tahun baru masehi bukan budaya kita selaku muslim dan memang tak ada dalam ajaran Islam,” kata Aminullah, Rabu (12/12/2018).

Imbauan agar tidak merayakan tahun baru di Aceh dikeluarkan perdana pada tahun 2011. Sebelumnya itu, sekitar tahun 2010, malam pergantian tahun baru di Aceh justru sangat meriah.

Saat itu puncak acara digelar dengan membakar mercon di seputaran Masjid Raya Baiturrahman dan jembatan Pante Pirak. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This