Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Direlokasi ke Gedung BLK

Pengungsi Rohingya yang terdampar di Lhokseumawe, Aceh. Foto: Zikri M/acehkini

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Sebanyak 297 pengungsi Rohingya yang terdampar di pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, mulai dipindahkan ke tempat penampungan sementara di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Di tempat itu masih ada para pengungsi Rohingya yang terdampar sebelumnya. “(Posisi mereka) sudah digeser ke BLK, penampungan yang kemarin itu,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartarto, seperti dilansir acehkini, Senin (7/9).

Menurut Eko, pemindahan pengungsi tersebut dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB secara bertahap. Sebelum dipindahkan, polisi dan pihak terkait lainnya sudah mendata pengungsi Rohingya itu.

“Setelah ada informasi dari masyarakat, kami data, kami berkoordinasi dengan imigrasi dan pemerintah kota,” tuturnya.

Eko menambahkan, untuk penanganan lebih lanjut terhadap pengungsi itu akan segera dibahas dengan pihak imigrasi dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Nanti ada Satgas untuk pengungsi,” ujarnya.

Seperti diketahui, 297 pengungsi Rohingya terombang-ambing hingga diselamatkan nelayan ke Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Senin (7/9) dinihari. Dari jumlah itu, 181 orang di antaranya adalah perempuan, 14 anak-anak, dan sisanya laki-laki dewasa.

Terdamparnya pengungsi Rohingya kali ini adalah yang kedua sepanjang 2020. Sebelumnya, pada 24 Juni 2020, sebanyak 99 pencari suaka diselamatkan nelayan Aceh Utara, setelah terombang-ambing di lautan. Saat ini mereka berada di penampungan sementara, gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.