Saturday, May 30, 2020

Pariwisata Tingkatkan Perekonomian Aceh

Must Read

FOTO | Bahas Pilkada

Sekretaris Menko Polhukam Letjen TNI Hotmangradja Panjaitan, bersama Pj Gubernur Tarmizi Karim dan Dirjen Otda Djoharmensyah Djohan memimpin rapat...

KPK Tawarkan Kerjasama dengan Pemerintah Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas menawarkan kerjasama antara lembaga yang antirasuah...

Pawai Takbir, Lalulintas Macet 30 Menit

BEUREUNUEN | ACEHKITA.COM -- Umat Islam di Kabupaten Pidie, Selasa (30/8) malam mulai mengumandangkan takbir Idul Fitri 1432 Hijriah....

Gagal Lari dari Jeruji

BANDA ACEH, acehkita.com. Nurmala, meratap tepat di ambang jeruji besi. Bulir air mata mengalir mengiring isaknya tersedu. Dalam kurungan,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, meyakini potensi pariwisata mampu meningkatkan perekonomian Aceh. Apalagi sektor parawisata saat ini menempati posisi ke- 8 yang memberi kontribusi bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Oleh sebab itu, Dyah mengajak semua pihak ikut memperkuat dan mempromosikan potensi wisata Aceh.

“Tak terbantahkan lagi bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu potensi besar yang dapat kita andalkan bagi pembangunan  bangsa ke depan,” ujar Dyah Erti saat membuka seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh- Sumatera Expo, di Jakarta, Rabu, (13/11).

Dyah menyebutkan, saat ini Aceh  memiliki 700 objek wisata yang dapat dipromosikan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Tentu tidak hanya Aceh, kota-kota lain di Sumatera juga punya potensi yang tidak kalah hebatnya. Lihat saja betapa indahnya pemandangan Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara yang dijuluki Caldera Kepingan Surga. Sementara Sumatera Barat ada kawasan Bukit Tinggi yang kental dengan ciri khas minangnya,” kata Dyah.

Potensi besar tersebut, kata Dyah, seharusnya dioptimalkan agar nilai-nilai sosial, budaya dan ekonomi yang melekat di dalamnya dapat dikembangkan.

Dyah berharap, seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aceh – Sumatera Expo tersebut, dapat memberikan pemahaman bagi semua pihak agar mampu mengoptimalisasi sektor pariwisata.

Ada sejumlah isu yang menarik dalam pembahasan seminar tersebut, antara lain, mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna menyusun sistem terbaik dalam rangka mengembangkan usaha pariwisata dan produk ekonomi kreatif masyarakat. Kemudian, mendorong peningkatan kualitas dan variasi karya kreatif masyarakat agar semakin memberi daya tarik bagi wisatawan dan pasar.

Selain itu juga perlunya menerapkan teknologi bagi pengembangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga daya jangkau pasar semakin luas dan lebih mendunia.

“Perlu kami sampaikan, bahwa kegiatan seminar ini merupakan kelanjutan dari Rapat Koordinasi Aceh Sumatera Expo 2019 yang telah kita selenggarakan beberapa hari lalu di Banda Aceh. Insya Allah, besok rangkaian Aceh Sumatera Expo ini kita lanjutkan dengan ‘Pameran Aceh Sumatera Expo 2019’ yang fokus pada kegiatan Meeting, Incentive, Convention dan Expo atau M.I.C.E,” tutur Dyah.

Dyah berharap, semua rangkaian acara Aceh – Sumatera Expo mampu memberi daya dorong bagi pembangunan sektor wisata dan ekonomi kreatif di Aceh dan juga wilayah Sumatera lainnya. [adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This