Thursday, April 2, 2020

Menikmati Kupi Khop, Ngopi Unik dengan Gelas Terbalik

Must Read

AJI Jadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan

MAKASSAR | ACEHKITA.COM -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia memperoleh sertifikat uji kompetensi wartawan dari Dewan Pers, Kamis (1/12)....

Nelayan Aceh di Myanmar Dibebaskan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Lima nelayan asal Aceh yang sempat terdampar di perairan Myanmar akhirnya mendapat pengampunan dari...

Peringati Mayday, Anak-anak Diboyong Ikut Demo

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Puluhan buruh berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh Selasa (1/5). Aksi ini dilakukan...

Inflasi Terus Menurun: BI

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Direktorat Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia M Noor Nugroho menyatakan inflasi terus mengalami...

PROVINSI Aceh terkenal daerah penghasil kopi terbaik. Terutama kopi dari dataran tinggi Gayo, di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Selain kopi, masyarakat Aceh pun punya beragam kisah dari segelas kopi. Hingga tak pelak, jika Aceh disebut kota seribu warung kopi.

Di Kota Meulaboh, Aceh Barat, punya cara unik dan berbeda untuk menikmati segelas minuman kopi.

Meskipun kopi yang diseduh sama dengan kopi biasanya, namun cara penyajiannya sangat khas dan diidentik dengan bumi Teuku Umar itu. Namanya kupi khop.

Seusai memarkirkan motor, Muhajir dan Tomi bergegas menuju pondok kecil di tepi Pantai Punti, Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Di belakangnya, Isran mengekor setelah keluar dari sebuah warung di sana. Dia baru saja memesan minuman yang ingin dinikmati pada sore itu, Rabu 27 Juni 2018.

Setelah menunggu sejenak, minuman yang dipesan dihidangkan dengan sebuah nampan. Isran memesan kupi khop dingin.

Kupi khop dingin disajikan dalam posisi gelas yang terbalik di atas sebuah piring kecil. Ujung sedotan dijepit ke dalam gelas. Bubuk kopi dan es mengapung di bagian atas gelas yang telungkup.

Isran agak kesulitan dan bingung cara menikmati kopinya. Tomi warga setempat mengajari. “Ujung sedotan masukkan sedikit ke dalam gelas, kemudian tiup perlahan sampai kopinya keluar di sekeliling gelas,” kata Tomi sambil mempraktekkan.

Setelah kopi keluar dan memenuhi piring kecil, kemudian tinggal menghirupnya menggunakan sedotan.

“Jangan sampai keluar bubuk kopi dari dalam gelas, nanti kopinya tidak enak lagi, saat menyedotnya pun akan tersedot bubuk,” kata Tomi.

Jika tidak paham cara tiupnya, bubuk kopi yang agak kasar itu akan keluar. “Apalagi kalau gelasnya terangkat.”

Isran yang baru pertama kali menikmati kopi khop tampak sangat kesulitan mengeluarkan kopi dari dalam gelas.

Ide awal penyajian kupi khop ternyata bukan sengaja dibuat agar terlihat unik lho. Namun kupi khop bermula pada zaman dulu, saat warga Aceh Barat yang tinggal di pesisir pantai atau nelayan punya kebiasaan menikmati kopi dalam waktu yang lama.

Saat mereka memesan kopi di warung, diminum seteguk kemudian ditinggal untuk bekerja di laut. Nah, agar kopi tetap hangat dan tidak tercemar debu, maka gelas kopinya dibalik. Saat selesai bekerja, pemesan kopi kembali menikmati kopinya tadi.

Cara membuat kupi khop, pertama sekali masukkan bubuk kopi yang agak kasar ke dalam gelas. Kemudian masukkan gula atau susu.

Setelahnya seduh air panas dan aduk hingga tercampur rata. Kemudian, letakkan piring kecil di bagian atas gelas, lalu telungkup kan gelas dengan cepat.

Terakhir, jepitkan sedikit ujung sedotan ke dalam gelas. Kupi khop pun dapat dinikmati.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This