Monday, April 6, 2020

KPK Tahan Irwandi Yusuf

Must Read

Rakit Masih Jadi Andalan

NAGAN RAYA | ACEHKITA.COM – Warga di Desa Krueng Mangkom dan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, masih mengandalkan...

Siswa Belajar dan Bermain di Madrasah

Tampak berbagai aktifitas siswa belajar dan bermain di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Kabupaten...

Demo Ricuh, 3 Mahasiswa Masuk RS

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Unjukrasa puluhan mahasiswa ke Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (12/10) berakhir ricuh....

Sekolah Darurat

Pelajar berjalan seusai mengikuti kelas di tenda darurat di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (12/10). Para siswa masih kesulitan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan ajudannya, Hendri Yuzal.

Irwandi yang keluar setelah diperiksa penyidik lembaga antirasuah itu sejak Rabu siang mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, sekira pukul 00.30 WIB, Kamis dini hari tadi.

“Saya tidak terima uang dan hadiah,” kata Irwandi kepada wartawan.

“Saya enggak melanggar apapun, enggak mengatur fee, enggak ngatur proyek, enggak terima fee, enggak ada janji memberikan sesuatu.”

Tak lama berselang, Hendri – yang selama ini sering mendampingi Irwandi dalam berbagai kesempatan dan kunjungan ke luar negeri – juga keluar dari gedung Merah Putih KPK.

Namun, Hendri yang diduga sebagai perantara suap dalam kasus itu, memilih bungkam dan tidak memberikan komentar apa pun saat ditanya wartawan.

Dalam jumpa pers Rabu tengah malam, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan keduanya terlibat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Aceh.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kedua tersangka ditahan selama 20 hari pertama.

“IY (Irwandi Yusuf) Gubernur Provinsi Aceh ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang gedung KPK. HY (Hendri Yuzal) swasta ditahan di rutan Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Febri dalam keterangan, Kamis dinihari.

Dalam kasus tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Bener Meriah Ahmadi dan seorang dari pihak swasta yang bernama, Syaiful Bahri sebagai tersangka.

Berdasarkan konstruksi perkara, ungkap Basaria, KPK menduga pemberian yang dari Ahmadi kepada Irwandi sebanyak Rp500 juta adalah bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta gubernur Aceh itu terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Tahun 2018.

“Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA,” paparnya.

Basaria menambahkan bahwa pemberian uang kepada Irwandi itu dilakukan melalui orang-orang terdekatnya dan orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara.

“Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, dugaan suap DOKA Aceh itu berpotensi menggagalkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan layanan pendidikan serta kesehatan di Aceh.

“Kasus ini merugikan seluruh masyarakat Aceh,” tegas Basaria.

Keempat tersangka itu diciduk tim Satuan Tugas (Satgas) KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar sepanjang Selasa sore hingga malam (3/7/2018) di Banda Aceh dan Aceh Tengah.

Dalam OTT itu, penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti yaitu uang senilai Rp50 juta pecahan Rp100 ribu, bukti transaksi perbankan Bank BCA serta Mandiri, dan catatan proyek.

“Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018,” ujar Basaria.

Selama ini, Irwandi dalam berbagai kesempatan sering menyatakan pemerintahannya menganut “mazhab hana fee” atau tidak menerima fee proyek.

Ketika melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara awal Oktober lalu, Irwandi bahkan pernah memperingatkan bupati dan walikota di Aceh agar jangan sampai terkena OTT KPK.

“Kami ingatkan jangan ada kepala daerah, baik bupati maupun walikota di Aceh terkena OTT oleh KPK,” kata Irwandi waktu itu.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This