Thursday, April 9, 2020

Mengenal Lebih Dekat Mayjen (Purn) Soedarmo

Must Read

15 Ribu Hektar Kebun Kopi Terlantar

BENER MERIAH | ACEHKITA.COM -- Sedikitnya 15.000 hektar kebun kopi milik masyarakat Kabupaten Bener Meriah, terlantar dan rusak, saat...

Pamflet Kolonial

Seorang warga melintas di depan papan nama buatan Kolonial Belanda di Gampong Cot Beuradeun Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar (30/4)....

Kodam IM Terima 6 Pucuk Senjata Api dari Warga Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, menerima enam pucuk senjata...

Sambut Puasa, Mahasiswa Ngaji di Bundaran Sp Lima

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa dari pelbagai kampus yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus se-Banda Aceh dan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

“SAYA ini ibaratnya sejak lahir sudah jadi intel,” kata Soedarmo suatu ketika di penghujung September 2015. Ucapan itu dilontarkannya kala beramahtamah dengan sejumlah wartawan selepas dilantik sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Soedarmo yang kelahiran Tulung Agung, 28 September 1956, itu melanjutkan omongannya, menjelaskan maksud dari pernyataan yang baru saja dilontarkannya. “Sejak lulus dari Akmil (Akademi Militer), penugasan saya sebagian besar di bidang intelijen,” ujar pensiunan yang berpangkat Mayor Jenderal ini. Soedarmo lulus Akmil pada tahun 1983.

Mayjen (Purn) Soedarmo menjadi buah bibir, hangat diberitakan dan diulas media di Aceh. Sebab, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Soedarmo sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh. Ia dilantik pada Kamis, 27 Oktober 2016.

Tugasnya untuk menjalankan roda pemerintahan dan memastikan lancarnya pelaksanaan pilkada selama Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf mengambil cuti kampanye, mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Januari 2017. Kedua elite Aceh itu akan bertarung dalam pilkada serentak untuk memperebutkan kursi Aceh-1.

Semasa berkarier di militer, Soedarmo lebih banyak menghabiskan waktunya di bidang intelijen. Ia tercatat pernah berdinas di Pusat Intelijen Angkatan Darat.

Sebelum menjabat Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo merupakan Perwira Tinggi Badan Intelijen Negara. Ia juga pernah menjabat Staf Ahli bidang Ideologi dan Politik BIN.

Soedarmo pernah bertugas di Dili, saat kota itu masih berada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersama Gatot Nurmayanto –yang sekarang menjabat Panglima TNI.

Bagi Soedarmo, Aceh bukanlah wilayah asing. Hal ini karena ia pernah menjadi Direktur BIN Wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo punya alasan tersendiri menarik Soedarmo ke Kementerian Dalam Negeri. Ia diserahi jabatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2015 lalu.

“Yang kami harapkan juga agar mampu komunikasi dengan BIN,” ujar Tjahjo seperti dilansir viva.co.id.

Banyak harapan dibebankan di pundak Soedarmo, selama hampir empat bulan menjadi Plt Gubernur Aceh. Lembaga Kajian Sosial Politik dan Kebijakan Publik Lingka Forum meyakini Soedarmo akan bersikap netral dalam pilkada.

“Dengan latar belakang militer dan pernah menjabat di BIN, Soedarmo diyakini akan mampu menciptakan kondisi daerah yang maan, tertib, dan damai, serta tegas dalam menekan potensi terjadinya gangguan keamanan, intimidasi, dan huru-hara selama pilkada,” kata Direktur LSKP Lingka Forum, Syukurdi Mukhlis dalam pernyataan sikapnya. []

@efmg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This