Mengenal Lebih Dekat Mayjen (Purn) Soedarmo

0
7638

“SAYA ini ibaratnya sejak lahir sudah jadi intel,” kata Soedarmo suatu ketika di penghujung September 2015. Ucapan itu dilontarkannya kala beramahtamah dengan sejumlah wartawan selepas dilantik sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Soedarmo yang kelahiran Tulung Agung, 28 September 1956, itu melanjutkan omongannya, menjelaskan maksud dari pernyataan yang baru saja dilontarkannya. “Sejak lulus dari Akmil (Akademi Militer), penugasan saya sebagian besar di bidang intelijen,” ujar pensiunan yang berpangkat Mayor Jenderal ini. Soedarmo lulus Akmil pada tahun 1983.

Mayjen (Purn) Soedarmo menjadi buah bibir, hangat diberitakan dan diulas media di Aceh. Sebab, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Soedarmo sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh. Ia dilantik pada Kamis, 27 Oktober 2016.

Tugasnya untuk menjalankan roda pemerintahan dan memastikan lancarnya pelaksanaan pilkada selama Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf mengambil cuti kampanye, mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Januari 2017. Kedua elite Aceh itu akan bertarung dalam pilkada serentak untuk memperebutkan kursi Aceh-1.

Semasa berkarier di militer, Soedarmo lebih banyak menghabiskan waktunya di bidang intelijen. Ia tercatat pernah berdinas di Pusat Intelijen Angkatan Darat.

Sebelum menjabat Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo merupakan Perwira Tinggi Badan Intelijen Negara. Ia juga pernah menjabat Staf Ahli bidang Ideologi dan Politik BIN.

Soedarmo pernah bertugas di Dili, saat kota itu masih berada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersama Gatot Nurmayanto –yang sekarang menjabat Panglima TNI.

Bagi Soedarmo, Aceh bukanlah wilayah asing. Hal ini karena ia pernah menjadi Direktur BIN Wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo punya alasan tersendiri menarik Soedarmo ke Kementerian Dalam Negeri. Ia diserahi jabatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2015 lalu.

“Yang kami harapkan juga agar mampu komunikasi dengan BIN,” ujar Tjahjo seperti dilansir viva.co.id.

Banyak harapan dibebankan di pundak Soedarmo, selama hampir empat bulan menjadi Plt Gubernur Aceh. Lembaga Kajian Sosial Politik dan Kebijakan Publik Lingka Forum meyakini Soedarmo akan bersikap netral dalam pilkada.

“Dengan latar belakang militer dan pernah menjabat di BIN, Soedarmo diyakini akan mampu menciptakan kondisi daerah yang maan, tertib, dan damai, serta tegas dalam menekan potensi terjadinya gangguan keamanan, intimidasi, dan huru-hara selama pilkada,” kata Direktur LSKP Lingka Forum, Syukurdi Mukhlis dalam pernyataan sikapnya. []

@efmg

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.