Friday, February 28, 2020

LSM Tolak Utang Luar Negeri Aceh

Must Read

Irwandi dan Muzakkir Akur di HUT Polri

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gubernur Irwandi Yusuf dan Ketua Partai Aceh Muzakkir Manaf terlihat akur dan kompak pada...

Gempa Susulan Magnitudo 6,5 Kembali Guncang Lombok

LOMBOK | ACEHKITA.COM -- Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,5 kembali mengguncang wilayah Lombok pada Minggu (19/8) pukul 11.10.22 WIB....

Jalan Longsor, Jalur Bireun-Takengon Macet

TAKENGON | ACEHKITA.COM-- Jalur lintasan Bireun menuju Takengo maupun sebaliknya mengalami kemacetan parah akibat badan jalan sedang dibersihkan...

OPINI | Kota Banda Aceh, Jalan Menuju Surga

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB), Perusahaan Gas Nasional (PGN), dan Harian Kompas menggagas konsep ‘kota cerdas’ agar menjadi sumber inspirasi...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Rencana Pemerintah Aceh berutang kepada KfW Jerman mendapat tentangan. Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Forum LSM Aceh menolak rencana peminjaman utang luar negeri senilai Rp1,3 triliun itu.

Awal pekan ini, fraksi-fraksi di Parlemen Aceh menyetujui rencana peminjaman utang luar negeri Pemerintah Aceh pada KfW Jerman. Alasannya, dana itu dibutuhkan untuk pembangunan rumah sakit regional.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh, Alfian, menyebutkan, tidak ada alasan yang bisa membenarkan peminjaman utang luar negeri itu. Sebab, APBA masih memadai untuk membangun Aceh, termasuk dana pembagian hasil minyak-gas dan dana otonomi khusus.

“Kita meminjam atau berhutang ketika kapasitas APBA cukup kuat,” ujar Alfian dalam pernyataan tertulis kepada acehkita.com, Rabu (26/10/2016). “Utang itu wajib kita bayar kembali ketika kapasitas APBA melemah.”

Skema pengembalian utang Rp1,3 triliun itu berlaku selama 15 tahun dengan masa tenggang lima tahun, dengan besaran bunga 2,5 hingga 3,5 persen per tahun. Aceh mulai membayar utang pokok dan bunga mulai tahun 2022 hingga 2036.

“Artinya ketika dana otsus berkurang menjadi 1 persen pada 2023, kita masih tetap melunasi pinjaman,” ujar Alfian.

MaTA menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menelaah perjanjian pinjaman ini. “Dalam pinjaman itu kita menduga kuat ada terjadi dugaan praktik management fee yang berpotensi merugikan negara,” lanjut Alfian.

Hal senada dikemukakan Forum LSM Aceh. “Pinjaman luar negeri itu tida mencerminkan sebuah keputusan dan sikap yang sesuai aspirasi masyarakat Aceh, apalagi dilakukan tanpa mekanisme konsultasi publik,” ujar Sekretaris Forum LSM Aceh TM Zulfikar.

Karena itu, MaTA dan Forum LSM menolak dan mengkritik keras peminjaman utang luar negeri pada KfW Jerman itu. “Kami mendesak Pemerintah Aceh segera membatalkan pinjaman luar negeri dari KfW tersebut,” sebut Alfian.

Parlemen Aceh menyetujui pinjaman dari KfW senilai Rp1,3 triliun itu pada sidang 24 Oktober lalu.

“DPRA menyetujui rencana peminjaman melalui KfW untuk mendanai pembangunan rumah sakit regional,” kata Ketua DPRA Muharuddin.

Gubernur Zaini Abdullah berterimakasih kepada Parlemen Aceh yang menyetujui pinjaman ini. Menurut Zaini, dana itu akan digunakan untuk pembangunan lima ruma sakit, yaitu RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Yulidin Away Aceh Selatan, RSUD Datu Beru Takengon, RSUD dr Fauziah Bireuen, dan RSUD Langsa. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This