Thursday, August 5, 2021
spot_img

Maisyarah Rahmi, Putri Aceh Jadi Anggota Komisi Fatwa MUI Kaltim

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Maisyarah Rahmi putri Aceh asal Gayo Lues dikukuhkan sebagai Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur periode 2021-2025. Pengukuhan tersebut berdasarkan surat keputusan MUI Provinsi Kalimantan Timur Nomor Kep-002/DP-P/XX/IV/2021 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Komisi MUI Kaltim periode 2021-2025.

Maisyarah yang berprofesi sebagai Dosen IAIN Samarinda Maisyarah mengatakan, amanah yang dipercayakan kepadanya akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Putri sulung dari H Hasan B dan Hj Siti Ramlah ini mengaku tidak menduga dirinya akan dipilih sebagai anggota MUI Kaltim.

“Alhamdulillah sebenarnya tidak pernah terpikirkan, tetapi tiba-tiba ditawarkan menjadi salah satu anggota komisi fatwa MUI Kaltim. Suatu amanah besar semoga bisa melaksanakan amanah ini dengan baik. Amien,” kata Maisarah dalam keterangan tertulisnya kepada acehkita, Sabtu (12/6)

Maisyarah putri asli Gayo kelahiran Kutapanjang Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir dan meraih gelar Magister (S2) dan doktor (S3) bidang usul fiqh di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Saat ini, selain menjadi dosen dan ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAIN Samarinda, ia juga aktif berkecimpung di bidang kajian halal, sebagai Direktur Pusat Kajian Halal, yang aktif melaksanakan kajian terkait dengan jaminan produk halal, penelitian, juga seminar baik tingkat regional, nasional juga International.

Beberapa tulisannya diterbitkan pada jurnal nasional, juga jurnal terakreditasi Sinta 2 seperti jurnal Mazahib Fakultas Syariah IAIN Samarinda.

Selain itu, pada akhir 2020 lalu, Maisyarah telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Ushul Fikih: Kajian Komprehensif Teori, Sumber Hukum dan Metode Istinbath Hukum” yang sampai kini telah terjual ratusanĀ eksemplar.

Ia juga berkolaborasi menerbitkan buku yang berjudul “Menggapai Asa di IIUM” bersama 37 akhawat Indonesia alumni IIUM yang tersebar di seluruh dunia.

“Semoga terus dapat bermanfaat untuk banyak orang,” ujar Maisyarah sembari menyebutkan motto hidupnya ‘Hidup adalah perjuangan, berjuanglah menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat. [RIL]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,623FollowersFollow
22,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU