Tuesday, July 7, 2020

KIA Minta Anggaran Penanganan COVID-19 di Aceh Dibuka ke Publik

Must Read

PPS Akan Verifikasi KTP Dukungan Independen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyatakan verifikasi terhadap lembaran fotokopi KTP dukungan...

Empat Pelaku Maisir Dicambuk

JANTHO,acehkita.com. Empat dari lima pelaku maisir (judi), baru saja menjalani hukuman cambuk di Masjid Agung Almunawarah, Jantho, Aceh Besar,...

Cabuli Bocah, Brigadir M Ditahan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pihak Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menahan Brigadir M, anggota polisi yang diduga melakukan...

Seratus Foto Anak Dipamerkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM –Seratusan foto karya 40 anak dari Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Aceh Besar...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pengelolaan dan perencanaan anggaran untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 di Aceh wajib terbuka untuk umum. Hal itu sebagaimana ketentutan perundangan bahwa anggaran publik seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota (APBK) wajib terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat.

Wakil Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Arman Fauzi, mengatakan sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota telah melakukan refocusing anggaran daerah. Namun, publik masih bertanya-tanya besaran alokasi dan penggunaan dana pencegahan dan penanganan COVID-19.

“Di beberapa media, ada yang menyebutkan bahwa anggaran COVID-19 tersebut sebesar Rp 1,7 triliun, ada yang menyebutkan Rp 4 triliun,” sebut Arman dalam keterangan tertulis, Senin (4/5).

Ia menyebut Pemerintah Aceh seharusnya segera mengumumkan besaran alokasi dan untuk apa saja anggaran tersebut digunakan. “Jangan sampai publik menduga-duga dan berprasangka yang negatif. Tentu kondisi ini tidak baik di tengah upaya kita untuk menyelesaikan dan menangani wabah COVID-19 secara bersama-sama,” kata dia.

Arman menyatakan pihaknya berharap Pemerintah Aceh dan tentunya pemerintah kabupaten/kota juga menyampaikan informasi rencana dan penggunaan dana COVID-19 secara terbuka kepada pmasyarakat.

“Di tengah bencana wabah COVID-19, Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota hendaknya mendorong proses-proses perencanaan dan penganggaran yang transparan dan akuntabel. Dari awal, masyarakat diharapkan terlibat dalam perencanaan dan pengawasan,” ujar Arman.

Sebagai contoh, Arman menjelaskan, Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota membuka data penerima manfaat bantuan sosial dan bantuan pangan, sehingga akan ada kontrol dari berbagai pihak. Hal tersebut untuk mengetahui secara cepat masyarakat yang layak memperoleh, namun belum terdata.

Menurutnya, proses transparansi tersebut tentunya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, terutama dalam menghadapi bencana wabah COVID-19. “Kepercayaan masyarakat sangat penting agar kita semua dapat bekerja sama dan keluar dari krisis ini,” sebutnya.

Lebih lanjut, Arman menambahkan, bencana wabah COVID-19 telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, bukan hanya soal kesehatan, tapi termasuk juga sektor ekonomi, sosial dan budaya. Oleh karena itu, perlu penanganan yang terencana dan terintegrasi. Koordinasi antara provinsi dengan kabupaten/kota serta pemerintahan gampong menjadi aspek penting, terutama dalam membangun mekanisme pemberian bantuan.

“Transparansi pengelolaan anggaran penanganan COVID-19 menjadi pilar penting ketika Aceh ingin segera mengakhiri krisis ini. Dengan transparansi dan akuntabilitas, Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota akan telah menjalankan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, dan tentunya akan mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat yang tinggi,” pungkasnya.[]

ACEHKITA.com menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund senilai US$5.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

220 PNS Kemenag Aceh Dilantik Secara Virtual karena Pandemi Corona

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 220 CPNS formasi 2018 dalam lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dilantik dan diambil...

Bangunan Makam Cut Meutia di Aceh Utara Rusak Tertimpa Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bangunan makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia, rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Kejadian ini turut...

Wilayahnya Rawan Bencana, Unsyiah dan Unand Kolaborasi Penelitian Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sama-sama berada di wilayah rawan bencana, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat...

Anggota DPR RI Apresiasi UTBK Unsyiah di Tengah Pandemi COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Kadafi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Webinar Harganas 2020 di Aceh: Jaga Keluarga dari COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan webinar Hari...

More Articles Like This