Wednesday, January 29, 2020

Jalani Pengobatan Intensif, Mahasiswa Aceh di Mesir Butuh Uluran Tangan Dermawan

Must Read

FOTO | Doa Keluarga Korban Tsunami

Kakak kandung membaca doa di depan kerangka korban tsunami Mursidi Ibrahim yang ditemukan di lokasi penggalian sumur di depan...

PLN Putuskan 2.000 Pelanggan di Samalanga

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- PT PLN Ranting Samalanga, Bireuen, memutuskan arus terhadap 2.000 pelanggan yang menunggak rekening listrik selama...

58 Ribu CPNS Rebut 1.280 Posisi

BANDA ACEH |ACEHKITA.COM. Sebanyak 1.807 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Depertemen Pertanian mengikuti ujian tulis di Stadion...

Jak Meudagang

Jak Meudagang Saiful Mahdi* Sikap inklusif dan terbuka atau eksklusif dan tertutup adalah cara kita memandang dan menempatkan  “orang lain”, “pandangan...

MESIR | ACEHKITA.COM – Mahasiswa Aceh di Mesir tengah menggalang dana untuk kesembuhan Muhammad Ikram Zamzami, yang saat ini mengalami sakit parah dan dirawat intensif di El-Sefarat Hospital, Kairo. Ia dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (17/4).

Ikram tiba di Mesir pada bulan Desember 2018, dan saat ini masih belajar di kelas persiapan Bahasa Arab Universitas Al-Azhar dan tercatat sebagai anggota Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir.

Remaja yang berasal dari Ajun, Banda Aceh ini, mulai mengalami gejala penyakit sekitar tiga minggu lalu. Awalnya Ikram menderita demam ditambah muntah-muntah. Ia juga punya luka di kaki yang terus membengkak.

Semakin lama, kondisinya semakin parah hingga Ikram mulai sesak nafas dan tak bisa tidur dengan normal. Ikram harus tidur dengan posisi duduk. Ia akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Tayseer, Nasr City.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Ikram didiagnosa menderita asma. Ia hanya diberi obat penyakit asma. Namun, setelah obatnya habis, kondisi Ikram masih belum membaik.

Ikram lalu dibawa ke Rumah Sakit Rab’ah, Nasr City, untuk didiagnosa ulang. Setelah itu, ia dibawa ke dokter Latifah, dokter yang biasa menangani mahasiswa Indonesia. Latifah menyarankan agar Ikram dibawa ke Rumah Sakit El-Sefarat, Kairo.

Meskipun sempat tersebar bahwa Ikram menderita leukimia. Namun, di Rumah Sakit El-Sefarat, Ikram divonis menderita gagal jantung, peradangan hati dan ginjal. Detak jantungnya sangat lemah dan jauh di bawah normal. Pihak dokter juga mendeteksi adanya cairan di sekitar hati dan perut Ikram yang harus disedot keluar.

Ikram masih dalam kondisi kritis. Pihak dokter terpaksa menggunakan sinar Akko di jantungnya dan sinar-X di dada, untuk memeriksa kinerja jantung. Selang juga dipasang pada laring untuk membantu Ikram bernapas. Kamis (18/4), Ikram sempat berada dalam keadaan koma. Namun, alhamdulillah sekarang kondisinya sudah agak membaik.

Saat ini pemuda yang berasal dari keluarga kurang mampu ini masih menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit El-Sefarat, Kairo. Dana yang sudah dihabiskan untuk pengobatan dan perawatan Ikram sekitar 30 juta di hari pertama dan kedua di rumah sakit. Ia masih membutuhkan biaya yang cukup besar.

Ketua KMA Mesir, A’maril Basyiriy, berharap ke semua pihak untuk terus mendoakan dan mendukung Ikram. Ia juga berterimakasih kepada semua masyarakat yang sudah membantu mendonasikan uang untuk proses pengobatan dan perawatan Ikram.

“Terima kasih banyak atas doa dan dukungan dari berbagai orang dermawan yang sudah menyumbang untuk proses pengobatan Ikram. Kita berharap kondisi Ikram yang sekarang masih di ICU semakin membaik,” harap A’maril.

Untuk para dermawan yang ingin menyumbang, KMA membuka donasi yang bisa dikirimkan ke rekening Bank Mandiri Syariah atas nama Keluarga Mahasiswa Aceh Mesir (777-333-5529) atau ke rekening BRI atas nama Syifaurrahman (3340-01-023304-53-3). Selain itu, dermawan juga bisa menyumbang di website Kitabisa.com (https://m.kitabisa.com/bantumuhammadikram). Nomor yang bisa dihubungi +201021078491 (Syifaurrahman).[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis...

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

More Articles Like This