Istilah Terkait COVID-19 Mulai Diganti, Berikut Penjelasan Jubir Satgas Aceh

0
194
Perubahan istilah terkait COVID-19 di Aceh mulai hari Sabtu (19/9/2020). Foto: Dok. Dinkes Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga Orang Tanpa Gejala (OTG), terkait virus corona (COVID-19) di Aceh mulai diganti sejak Sabtu (19/9/2020). Penggantian ketiga istilah itu menyesuaikan dengan Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID-19 edisi terbaru, 13 Juli 2020, dari Kementerian Kesehatan.

“Istilah ODP, PDP dan (OTG terkait dengan kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) digantikan dengan sebutan kasus suspek, probable, konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian, mulai hari ini,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9) malam.

Hal tersebut disampaikan SAG mengawali laporan harian perkembangan terakhir pandemi COVID-19 di Aceh. Ia menyebut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 edisi terbaru, 13 Juli 2020, dari Kementerian Kesehatan RI tidak menggunakan lagi istilah ODP, PDP, maupun OTG.

“Kita harus sesuaikan definisi operasional kasus COVID-19 dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan untuk persamaan persepsi dalam mengkomunikasikan kasus COVID-19,” kata SAG.

Ia menyampaikan, untuk memudahkan masyarakat memahami istilah-istilah baru tersebut, pihaknya akan mendampingkannya dengan istilah lama seperti ODP, PDP, dan OTG. “Ini proses transisi dalam beberapa hari ke depan. Bila masyarakat sudah akrab dengan kasus suspek, probable, maupun kasus konfirmasi, maka istilah ODP, PDP, dan OTG, tidak dipergunakan lagi,” ujarnya.

Jumlah Kumulatif COVID-19 di Aceh Capai 3.526

Selanjutnya, SAG menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima ada penambahan 175 kasus positif COVID-19 (konfirmasi), sehingga secara akumulasi jumlah kasus corona di Aceh sudah mencapai 3.526 orang.

“Rinciannya, 1.988 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri, 1.408 orang dinyatakan sembuh, 130 orang meninggal dunia,” sebutnya.

Penambahan kasus baru positif COVID-19 (terkonfirmasi) sebanyak 175 orang tersebut, kata SAG, meliputi warga Kota Banda Aceh 88 orang, Aceh Besar 35 orang, Pidie 9 orang, dan Gayo Lues 7 orang. Warga Aceh Jaya dan Kota Subulussalam sama-sama 4 orang.

Kemudian warga Aceh Selatan, Aceh Timur, Simeulue, Pidie Jaya, Lhokseumawe dan Langsa masing-masing 2 orang. Selanjutnya warga Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang sama-sama 1 orang. Sisanya 11 orang merupakan warga dari luar daerah.

“Ada 33 orang pasien COVID-19 (terkonfirmasi) yang dinyatakan sudah sembuh hari ini, dan semuanya warga Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 382 orang. Dari jumlah tersebut, 56 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 309 sudah sembuh (selesai isolasi), dan 17 orang lainnya meninggal dunia.

“Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 2.717 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.527 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 186 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas COVID-19 (isolasi di rumah), dan 4 orang isolasi di rumah sakit,” kata SAG.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.