Saturday, April 4, 2020

Ini Profil Singkat Anggota KKR Aceh

Must Read

FOTO | Bioskop Geurubak

Sejumlah mahasiswa menonton film karya remaja Aceh "Habis Gelap Terbitlah Terang" di Bioskop Geurubak Episentrum Ulee Kareng, Rabu (21/12)....

7 Anggota KKR Aceh Terpilih

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi I DPR Aceh menetapkan tujuh kandidat lolos sebagai anggota Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi...

Tarawih Pertama

Umat Islam di Banda Aceh memadati Masjid Raya Baiturrahman di malam pertama pelaksanaan salat tarawih, Jumat (21/8). Dalam ceramah...

Koskas Aceh Buka Puasa Bersama Anak Yatim

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komunitas Pesepeda Koskas Regional Aceh menggelar buka puasa bersama belasan anak yatim di Rumah...
Avatar
Fakhrurradzie Gadehttp://www.efmg.blogspot.com
Reporter acehkita.com. Menekuni isu politik, teknologi, dan sosial. Bisa dihubungi melalui akun @efmg

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh telah mengumumkan tujuh nama anggota Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Rabu (20/7/2016). Anggota Komisi didominasi aktivis dan pegiat hak asasi manusia.

Selain tujuh nama terpilih, Komisi I juga mengumumkan tujuh nama yang lulus cadangan. Ke-14 nama ini nantinya akan dibawa ke rapat paripurna DPR Aceh.

“Nanti di rapat paripurna akan ditetapkan dan disahkan tujuh nama terpilih oleh DPR Aceh,” kata Anggota Komisi I Iskandar Usman Al Farlaky kepada acehkita.com, Rabu malam.

acehkita.com menurunkan profil singkat anggota Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh.

FAJRAN ZAIN
Fajran Zain merupakan kandidat doktor (PhD) di Universitas Nasional Australia (ANU). Pendidikan magisternya ditamatkan di Ball State University, Indiana, Amerika Serikat, di bidang psikologi politik.

Fajran juga sempat kuliah di Universitas Indonesia. Selama di Jakarta, ia menjadi aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Kasus Aceh (Somaka), sebuah lembaga yang sering bersuara lantang menentang penyelesaian kasus Aceh dengan pendekatan militeristik.

Fajran dikenal sebagai aktivis dan akademisi. Ia terlibat dalam penelitian dan penulisan buku tentang tragedi pembantaian Teungku Bantaqiah dan pengikutnya, lalu menulis buku soal perempuan Aceh, pluralisme, dan isu perdamaian.

Tulisan jebolan Dayah Bustanul Ulum Madrasah Ulumul Quran Langsa itu juga aktif menulis opini tentang isu sosial, politik, dan keagamaan di sejumlah media. Ia juga bergiat di Aceh Institute.

AFRIDAL DARMI
Nama Afridal Darmi sudah sangat dikenal di dunia hukum dan hak asasi manusia. Ia pernah memimpin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dan menjadi penasehat hukum sejumlah mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka. Semasa kuliah di Fakultas Hukum Unsyiah, Afridal Darmi aktif bergiat di lembaga pers kampus Detak Mahasiswa. Ia menulis sejumlah laporan mengenai hukum, isu hak asasi manusia, dan politik.

MUHAMMAD MTA
Semasa kuliah di Fakultas Dakwah, IAIN Ar-Raniry, Muhammad MTA dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kerap membuat sibuk polisi. Bersama delapan kawannya di Himpunan Mahasiswa Antimiliter (Hantam), Muhammad MTA berunjukrasa meminta agar GAM dan RI kembali ke meja perundingan.

Demo di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh itu berujung pada penangkapan sejumlah aktivis. MTA, begitu akrab disapa, digelandang ke Markas Polda Aceh bersama sejumlah kawan-kawannya. Belakangan, MTA dan Taufik Al Mubarak saja yang ditahan dan diajukan ke pengadilan.

Setelah konflik, MTA sempat menjadi kader Partai SIRA, sebuah partai yang didirikan oleh aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Sentral Informasi Referendum Aceh. MTA merupakan salah satu aktivis yang aktif mengampanyekan isu referendum sebagai solusi konflik Aceh.

MASTHUR YAHYA
Masthur Yahya pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati Aceh Timur melalui jalur perseorangan pada pemilihan 2012 lalu. Ia menamatkan pendidikan magisternya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Saat ini bergiat sebagai dosen.

FUADI
Saat ini merupakan akademisi di sebuah perguruan tinggi swasta di Banda Aceh. Semasa menempuh pendidikan di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry, Fuadi dikenal sebagai aktivis mahasiswa (buffer aksi Hantam). Ia sering terlibat demo menentang kebijakan militeristik dalam penyelesaian kasus Aceh.

EVI NARTI ZAIN
Ia dikenal sebagai srikandi di dunia aktivis yang bergerak di isu hak asasi manusia. Pernah memimpin Koalisi NGO HAM Aceh, sebuah lembaga pembela hak asasi manusia yang disegani di Aceh. Selain isu HAM, Evi Narti juga sering membela hak-hak perempuan di Aceh.

AINAL MARDHIAH
Sejak pemilihan umum 2004 lalu, Ainal Mardhiah terlibat di isu pemilu. Awalnya ia memulai karier di bidang pemilu dengan menjadi anggota panitia pemilihan di tingkat kecamatan, hingga akhirnya terpilih sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum di Kabupaten Aceh Besar. Kini, Ia juga aktif menjadi dosen pada Fakultas Teknologi Pertanian di sebuah universitas swasta di Banda Aceh.

acehkita.com terbuka untuk menerima masukan mengenai profil anggota Komisioner KKR Aceh dan bisa dialamatkan ke [email protected] []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This