Gubernur Keluarkan Pergub Cuti Hamil 6 Bulan

0
2594
Kabid Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Gizi Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi menjelaskan tentang anak stunting atau anak bertubuh pendek dalam Workshop Strategi Komunikasi untuk Pembangunan Dalam Pengurangan Stunting di Aceh yang dilaksanakan oleh Katahati Institute bekerjasama dengan Unicef, Sabtu (28/12) di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mencatat, kematian bayi meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari angkat kematian bayi yang mencapai 1.034 kasus pada 2013. Angka kematian ini naik sekitar 5 persen dibandingkan angka pada tahun 2012 yang berjumlah 985 bayi.(JUNAIDI).

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pemerintah Aceh mengeluarkan peraturan gubernur yang memberikan kesempatan cuti hamil selama enam bulan bagi perempuan melahirkan. Pergub ini untuk menekan angka anak stunting di Aceh.

Kebijakan itu dituangkan melalui Peraturan Gubernur No 49/2016 yang ditandatangani Zaini Abdullah pada 12 Agustus lalu. Dalam pergub itu, perempuan hamil diberikan masa cuti 20 hari sebelum melahirkan dan enam bulan setelah kelahiran.

“Pergub ini bertujuan agar ibu bisa memberikan air susu eksklusif kepada bayi,” kata Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Frans Delian kepada acehkita.com, Senin (15/8/2016).

Selain kepada ibu hamil, pergub juga mengatur soal cuti bagi suami, selama tujuh hari sebelum dan sesudah sang istri melahirkan.

Peraturan ini berlaku bagi pegawai negeri sipil, honorer, dan tenaga kontrak di jajaran Pemerintah Aceh.

Pergub cuti hamil dan melahirkan ini mendapat apresiasi dari warga. “Sangat bagus, sehingga si ibu bisa memberikan ASI secara baik kepada bayinya. Dan juga suami bisa lebih fokus mengurus istrinya melahirkan dan bayinya,” ujar Zahrul.

Pergub cuti hamil dan melahirkan yang berpedoman pada Peraturan No 33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi juga bertujuan untuk menekan angka stunting.

Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan anak-anak mengalami tubuh lebih pendek atau tidak sesuai dengan usia si anak. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2010 menunjukkan bahwa 38,9 persen anak Aceh mengalami stunting.

Kondisi ini berpengaruh pada kemampuan daya saing, kecerdasan, produktivitas, dan kemampuan motorik anak. Pendek kata, stunting yang diakibatkan oleh kekurangan ASI eksklusif menyebabkan perkembangan otak anak tidak akan tumbuh sempurna. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.