Tuesday, February 7, 2023
spot_img

Gempa Lombok: Hari Kesepuluh, Jumlah Korban Tewas 460 Orang

LOMBOK | ACEHKITA.COM – Meski sudah memasuki hari kesepuluh pascagempa 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 5 Agustus 2018, tetapi korban jiwa terus bertambah.

Hingga Rabu (15/8/) sore, tercatat 460 orang meninggal dunia, 7.773 orang luka-luka, 417.529 orang mengungsi, 71.962 rumah rusak, dan ribuan bangunan lainnya rusak parah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp7,45 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban tewas tersebar di Kabupaten Lombok Utara 396 orang, Lombok Barat 39 orang, Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang,  dan Kota Denpasar 2 orang.

“Jumlah korban jiwa ini masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang diduga ada 4 orang tertimbun longsor,” kata Sutopo, Rabu (15/8).

Sutopo menyebutkan proses evakuasi di Dusun Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang diduga masih ada satu orang tertimbun reruntuhan bangunan, dan beberapa laporan lain dari masyarakat.

“Jumlah korban luka-luka tercatat 7.773 orang. dimana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan,” katanya.

Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian. Dari 417.529 orang mengungsi tersebut terdiri dari 187.889 laki-laki dan 229.640 perempuan.

“Pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancer dan merata. Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah,” kata dia.

Pendataan sementara kerusakan rumah hingga saat ini terdapat 71.962 unit rumah rusak. Dengan rincian 32.016 rusak berat, 3.173 rusak sedang, dan 36.773 rusak ringan.

“Kerusakan dan kerugian yang diakibatkan gempa sangat besar. Tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB masih melakukan hitung cepat dampak gempa,” kata Sutopo.

Dengan menggunakan basis data per 13 Agustus 2018, kata Sutopo, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai 7,45 trilyun rupiah.

“Angka ini masih akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data dampak kerusakan yang masuk ke Posko. BNPB juga akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Sutopo.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,725FollowersFollow
23,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU