Edelweiss, Bayi Orangutan Ketiga yang Lahir di Pusat Reintroduksi Jantho

0
183
Edelweiss, Bayi Orangutan Ketiga yang Lahir di Pusat Reintroduksi Jantho
Edelweiss, bayi Orangutan ketiga yang lahir di Pusat Reintroduksi Jantho, Aceh Besar. (Foto: @KementerianLHK)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kabar baik datang dari Pusat Reintroduksi Orangutan, di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Satu individu orangutan jantan yang diberi nama ‘Edelweiss’ lahir di masa pandemi corona.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, menyampaikan satu induk orangutan sumatera (Pongo abelii) di Pusat Reintroduksi Orangutan di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho terpantau memiliki seekor anak pada saat tim monitoring di pusat reintroduksi tersebut melakukan monitoring jalur pengamatan orangutan sumatera pada Rabu (26/8/2020).

Ia menyebut, bayi orangutan tersebut diperkirakan berusia 3-5 bulan dengan jenis kelamin jantan. Kelahiran ini merupakan kelahiran ketiga bayi orangutan yang lahir di Jantho sejak Program Reintroduksi Orang Utan dimulai pada tahun 2011.

“Anak Bayi Orangutan Sumatera tersebut kemudian oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya diberi nama “Eja”, singkatan dari anak Edelweiss yang lahir di Jantho,” ujar Agus dikutip dari laman resmi KLHK, Rabu (30/9).

Agus menjelaskan, kelahiran bayi ketiga ini merupakan pertanda bahwa populasi orangutan berjalan dengan baik. Namun harus tetap waspada terhadap adanya ancaman perburuan orangutan dan satwa yang dilindungi lainnya.

“Kelahiran bayi tersebut merupakan kabar gembira bagi dunia konservasi orangutan, khususnya di tengah masa pandemi yang sedang kita hadapi bersama saat ini,” sebutnya.

Dari hasil identifikasi diketahui bahwa indukan dari bayi orangutan Sumatera tersebut bernama ‘Edelweiss’, yang merupakan salah satu orangutan pertama yang dilepas di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho pada tahun 2011.

Selama pemantauan keadaan induk dan bayi dalam kondisi sehat. Kondisi bayi masih digendong oleh induknya dan menyusui, belum terpantau mengkonsumsi buah atau daun.

Penemuan kelahiran ini merupakan yang ketiga kalinya yang berasal dari hasil pelepasliaran di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho. Orangutan Marconi (induk) melahirkan “Masen” (bayi jantan) dan Orangutan Mongki (induk) melahirkan ”Mameh” (bayi betina), yang lahir pada tahun 2017.

Dengan lahirnya bayi orangutan Sumatera ketiga ini, sambung Agus, menunjukkan bahwa Cagar Alam Hutan Pinus Jantho merupakan habitat yang sesuai untuk mendukung peningkatan populasi orang utan Sumatera di Aceh.

Ia menambahkan, sampai saat ini, sejak tahun 2011 sudah 126 individu orangutan telah berhasil dilepasliarkan di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho yang juga sebagai lokasi Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho. “Yang merupakan salah satu program kerja sama antara BKSDA Aceh dengan Yayasan Ekosistem Lestari – Sumatran Orangutan Conservation Programme YEL–SOCP),” ujarnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.