Friday, February 28, 2020

DPRA Akan Bawa Rancangan Qanun Bendera ke Mendagri

Must Read

23 Juli 1999, Akhir Perjalanan Teungku Bantaqiyah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tanggal 23 Juli 1999. Ini merupakan Jumat kelabu, bukan hanya bagi masyarakat Desa Blang...

Belanda Bantu Konservasi Peusangan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kementerian Luar Negeri Belanda berkolaborasi dengan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan WWF Belanda,...

14 Kapal Layar Parade di Sabang

SABANG | ACEHKITA.COM – Sebanyak 14 kapal layar (yacht) melakukan parade di Laut Pulau Weh, Minggu, (29/4/2018), sebagai bagian...

Laga Persiraja vs Persiba Live di Global TV

BANTUL | ACEHKITA.COM -- Laga Persiraja Banda Aceh melawan Persiba Bantul Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Indonesian Premier League akan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA, Hasbi Abdullah mengatakan bahwa DPRA akan segera membawa Rancangan Qanun tentang Bendera dan Lambang Aceh kepada Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi untuk dilakukan verifikasi.

“Kita akan segera membawa bendera ini ke Mendagri untuk diverifikasi. Di DPRA sudah final,” kata Hasbi, Kamis (22/11/2012).

Menurut Hasbi, jika ada pro-kontra terhadap bendera dan lambang yang sedang dibahas di tingkat parlemen itu merupakan sebuah hal yang wajar.

“Kita sudah mempertimbangkan semuanya. Pro-kontra itu merupakan sesuatu yang wajar,” ungkap Hasbi.

Bendera yang diusulkan DPRA itu, jelas Hasbi, bukan bendera Aceh yang digunakan pada masa lalu. “Bukan yang digunakan pada masa lalu. Sudah ada perubahan tapi masih ada perspektif masa lalu,” jelasnya.

Menurut DPRA yang sedang membahas rancanan qanun tersebut, bendera yang diusulkan itu tidak ada masalah meski masih menyerupai atribut yang pernah digunakan GAM saat konflik berkecamuk. Selain itu, lanjut Hasbi, pihaknya mengaku tidak khawatir bahwa lambang dan bendera itu akan ditolak Mendagri Gamawan Fauzi.

“Tidak ada masalah. Kita akan datang ke sana untuk menjelaskan kepada Mendagri,” ujarnya.

Selain itu, Hasbi juga mengungkapkan bahwa pihak DPRA juga tidak khawatir akan terjadinya konflik baru di tengah-tengah masyarakat. “Tidak, tidak. Tidak ada khawatir terhadap itu,” ujarnya.

Sementara memanggapi pernyataan Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Zahari Siregar yang berpandangan bahwa bendera dan lambang tersebut masih berbau separatis, Hasbi menyebutkan, bendera dan lambang yang diusulkan pihak DPRA akan segera dibawa ke Mendagri untuk dilakukan verifikasi.

“Pernyatan tersebut boleh-boleh saja. Ini kan akan kita bawa ke Mendagri untuk dilakukan verifikasi,” pungkasnya.[]

10 COMMENTS

  1. Wahai orag aceh pencapaian di utamakn, rakyak jg perlu di utamakn,perjuangkn hak rakyak insyallah hak km pn akn ada…

  2. ingat dan renung lah ! Darimana asal lahirnya bendera ACEH jangan sia2kan ,
    semua rakyat pasti berkeinginan untuk berkibarnya bendera yang lambngnya bintang dan bulan.karena mereka mengingat darah syuhada . .wassalamaaaa

  3. para lempap emang gak masalah jika terjadi konflik lagi karena bela belaga itu sudah punya jabatan dan kedudukan, ribuan darah orang aceh, serta nyawa orang yg melayang hanya demi jabatan lempap lempap itu, baik eksekutif maupun legislatif yg asal lempap…

  4. Pendapat dari saudara Muslih sangat tepat ntk Aceh saat ini, sebenarnya apasaja yg di bicarakan tentang aceh serta hukum hakamnya harus berpedoman pada MoU Helsnki, jadi bukan malah mengutak atik apa yang sudah di sepakati, pengamat juga harus mengingati sejarah masa lalu di Aceh jangan asal bicara.

  5. PENGAMAT PIH KAMULAI PEULEUMAH MUKADUM, BAROEKON HO LAMPACOEKTRIENG? PUE YG UREUENG ATJEH PEULAKU PEUGAH SALAH, NYOE SANG CAN COT IKU LOM, PENGAMAT BEK SIPAK BOLA LAM GONDROE MEUNYO HANTATEMBANTU SEUNGAP MANTONG.

  6. KETUA MPU BENERMERIAH, TUNGKO SYARKAWO CARONGTHAT KA KAJITEUPUE TANYONG PANE ASAI LAMBANG BURAK NGON SINGA, KAMEUREUTOEH THOENKA NYAN LAMBANG KEURAJEUN ATJEH, SYAKRAWO PUE HANTOM DIJAK BAK DAKWAH MAULIDULRASUL? SAMPOE HANA DITUPAT ASAI MUASAI BURAK? NYAN TJONTO KETUA MPU.

  7. giliran masalah Qanun Wali Nanggroe, Qanun Bendera Aceh dan Lambang, Anggota DPRA khususnya Abdullah Saleh dan Adnan Beuransyah sangat cepat reaksinya, tapi kenapa waktu Santunan untuk Anak yatim yg terlambat disalurkan oleh Pemerintah Aceh, mereka berdua hanya bisa terdiam seribu bahasa dan asik [edited]???????
    dimana kepedulian mereka terhadap Rakyatnya ???????????????????????

  8. Dalam MoU Helsinki disebutkan, segala kebijakan/persoalan terhadap Aceh, Pemerintah pusat Jakarta akan berkonsultasi dan harus mendapatkan persetujuan dari DPRA dan pemerintah Aceh…Namun sekarang malah sebaliknya pemerintah Aceh dan DPRA malah sedikit2 ke Jakarta guna berkonsultasi dan mendapat restu dari pemerintah pusat terhadap berbagai aturan/qanun yang akan diterapkan di Aceh…..Aceh harus mandiri dan bermartabat bukan sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This