Wednesday, April 1, 2020

Daripada Urus Ngangkang, Mending Urusi Korban Konflik

Must Read

Nazar Berpasangan dengan Nova Iriansyah

BANZDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Partai Demokrat menduetkan Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah sebagai calon gubernur dan wakil gubernur...

Ini Pengakuan Remaja yang Ditangkap Satpol PP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Empat remaja yang ditangkap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat kongkow di...

BNN Ringkus Lima Pengedar Sabu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh menangkap lima pengedar sabu-sabu di kawasan Bireuen. Mereka memiliki...

Aceh Persiapkan 411 Atlet Porwil dan Pra PON

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh tengah mempersiapkan 411 atlet untuk mengikuti dua ajang...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh Destika Gilang Lestari menyebutkan, daripada membuat kebijakan yang melarang perempuan duduk mengangkang saat dibonceng di atas motor, sebaiknya Walikota Lhokseumawe mengurusi korban konflik di kawasan tersebut.

Menurut Gilang, saat ini masih banyak korban konflik di Lhokseumawe yang belum memperoleh hak-haknya dari pemerintah. Apalagi, Lhokseumawe merupakan salah satu daerah paling “panas” pada masa konflik Aceh.

“Ngapain mengurusi yang seperti itu (ngangkang –red.), seharusnya Pak Walikota fokus pada pemenuhan hak-hak korban konflik yang masih membutuhkan perhatian pemerintah,” kata Gilang menjawab acehkita.com pada konferensi pers catatan akhir tahun 2012 KontraS di Banda Aceh, Kamis (3/1/2013).

Menurutnya, masih banyak persoalan lain yang perlu mendapat perhatian dari Walikota Lhokseumawe, seperti pengentasan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kenapa tidak (menyusun aturan tentang) memenuhi hak korban konflik dan meningkatkan kemakmuran,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya mewacanakan akan mengeluarkan kebijakan yang melarang perempuan duduk mengangkang saat berboncengan sepeda motor. Kebijakan ini dibuat untuk menegakkan syariat Islam. Pekan depan, Walikota akan menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat.

Gilang menyebutkan, kebijakan yang akan ditelurkan Walikota Suaidi itu diskriminatif. Menurutnya, aturan yang dikeluarkan Walikota tidak boleh bersifat diskriminasi.

“Jika aturan itu diterapkan, kita bersama dengan lembaga perempuan lainnya akan mempertanyakan masalah ini kepada Walikota,” ujar Gilang. []

1 COMMENT

  1. AH, Itu kan reaksi penolakan ato pembelaan terselubung kamu aja gilang, bisa jadi karena kamu kalo duduk di motor Ngangkang. Kalo yang gak ngangkang biasa2 aja. Lagian juga, Apa kalo dengan menerapkan peraturan itu berarti melupakan /gak meningkatkan program bantuan ke korban konflik???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This