Banda Aceh dan Aceh Besar Siapkan Protokol Pendidikan Era New Normal

0
225
Banda Aceh dan Aceh Besar Siapkan Protokol Pendidikan Era New Normal
Banda Aceh dan Aceh Besar Siapkan Protokol Pendidikan Era New Normal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemangku kebijakan pendidikan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar menyiapkan protokol pendidikan untuk melengkapi protokol kesehatan di era new normal sebagai panduan kepada sekolah dalam mempersiapkan mulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020 mendatang.

Demikian pendapat yang muncul dalam silaturahmi dan ngopi pagi bersama yang dilakukan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) dengan pemangku kebijakan pendidikan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, pada Selasa (16/6) di Ruang Rapat Sekretariat MPA, Banda Aceh.

“MPA memiliki kewajiban untuk mendengar perkembangan kebijakan pendidikan di Aceh, dalam kesempatan ini kami perlu mendengar kesiapan pemangku kebijakan pendidikan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam persiapan masuk sekolah pada tanggal 13 Juli 2020,” ujar Ketua MPA, Profesor Abdi A Wahab, dalam siaran pers, Selasa (16/6).

Abdi menyebut pada kesempatan silaturahmi itu hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh; Saminan, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh; Tarmizi, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar; Silahuddin, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Abrar Zym.

“Kami sudah menyiapkan protokol pendidikan di Kota Banda Aceh. Dalam protokol ini kami sudah menyiapkan roster, pembagian kelas di sekolah dan kelas di rumah, konsep mengajar, sampai dengan upaya-upaya jaga jarak (distancing),” ujar Kadisdik Kota Banda Aceh, Saminan.

Ia menambahkan bahwa belajar di rumah sebenarnya adalah untuk sepanjang masa. Modul-modul untuk pembelajaran daring akan disiapkan. Metode balajar seperti ini akan terus dilanjutkan dalam kondisi normal baru atau new normal. Bahkan ini bagus karena pembangunan fisik sekolah ke depan akan dapat dibatasi.

Hal yang sama juga disampaikan Kadisdik Aceh Besar, Silahuddin. Menurutnya, Aceh Besar merumuskan sejumlah protokol pendidikan yang bermuara kepada cara belajar daring dan luring. “Saya berharap MPA harus menjadi perekat dalam dunia pendidikan di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh Besar menyiapkan protokol pendidikan yang berbasis pada metode belajar daring dan luring sebagai upaya persiapan masuk sekolah pada tanggal 13 Juli 2020,” sebutnya.

Sementara Kakankemenag Aceh Besar, Abrar Zym menyampaikan bahwa protokol pendidikan madrasah segera diluncurkan. “Kemenag Aceh Besar berkomitmen mengikut protokol pendidikan dan protokol kesehatan sesuai instruksi Kementerian Agama, di mana yang boleh belajar di madrasah adalah madrasah yang berada di zona hijau. Begitu juga nanti anak-anak masuk sekolah/madrasah dengan cuci tangan, jam belajar di persingkat, jumlah rombel di minimalisir, dan hari-hari yang tidak belajar diberikan tugas.”

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Tarmizi mengatakan sejumlah dayah terpadu di Kota Banda Aceh akan segera aktif. “Proses pendidikan di dayah salafiyah sudah berlangsung di Kota Banda Aceh, sedangkan dayah modern atau dayah terpadu akan masuk asrama mulai tanggal 20 Juni 2020 nanti. Sebelum itu, santri-santri yang akan masuk dayah modern atau terpadu akan dilakukan tes yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dalam silaturahmi Majelis Pendidikan Aceh (MPA) dengan pemangku kebijakan pendidikan Aceh Besar, hadir juga Plt sekretariat Zuhri dan Asmawati, dan pengurus MPA, antara lain Said Mustafa, Sofyan A Gani, Nazamuddin, Husni, Naimah Hasan, Rinaldi Idroes, Syaiful Bahri, Irhamuddin, Rusli Yusuf, Ismail, Murniati, Sulastri dan Mukhlisuddin Ilyas.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.