Thursday, May 28, 2020

Aceh Butuh Tenaga Non-kependidikan

Must Read

Sadis, Paman Perkosa dan Bunuh Keponakannya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Seorang bocah berusia enam tahun ditemukan tewas dengan kondisi kepala terpisah dari badan di...

Mahasiswa Unsyiah Kembali Tuntut Transparansi Kampus

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sedikitnya 18 mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Reformasi (SOMASI) kembali melakukan aksi demonstrasi...

ACEHKITA.tv | Warga Antusias Sambut Tahun Baru

BANDA ACEH | ACEHKITA.tv -- Ribuan warga Banda Aceh bersuka cita menyambut pergantian tahun. Pada malam penghabisan tahun 2011,...

Pasangan Suami-Istri Hilang Saat Berobat

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Pasangan suami-istri Nazaruddin (31) dan Zulyani (21), warga Desa Ara Lipeh, Kecamatan Makmur, Bireuen, dilaporkan...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Majelis Pendidikan Aceh (MPA) melakukan Focus Group Discussion (FGD) hasil kajiannya tentang Tenaga Kependidikan Non Guru SMA/SMK dan Madrasah Aliyah, yang dilakukan oleh Prof Murniati, Prof Husni Husin dan Dr Sulastri, pada Senin (9/12) di Aula Kantor Majelis Pendidikan Aceh.

Dalam paparannya, Profesor Murniati menyebut dari 9 jenis tenaga administrasi kependidikan non-guru seperti pustakawan, operator, laboran, tata usaha, bendahara sekolah, teknisi sumber belajar, penjaga sekolah, tenaga kebersihan dan satpam sekolah. Terdapat beberapa jenis tenaga administrasi tenaga non-guru di Aceh masih kurang.

“Dari 15 kabupaten/kota yang kami jadikan sampel penelitian ini, kami temukan bahwa tenaga kependidikan non-guru di Aceh sangat kurang, terutama laboran sekolah, teknisi sumber belajar, tenaga kebersihan, satpam dan penjaga sekolah” ujar Murniati.

Menurutnya, status pegawai tenaga kependidikan di 15 kabupaten kota di Aceh itu dominannya itu adalah non-PNS. Ditemukan juga bahwa guru masih merangkap menjadi tenaga administrasi kependidikan seperti pustakawan, bendahara sekolah dan operator.

Hal tersebut sangat dikhawatirkan oleh Ketua MPA, Prof Abdi A Wahab. “Kita harus memenuhi standar minimum pendidikan, kita harus tentukan prioritas supaya masalah-masalah pendidikan yang dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat diselesaikan. Hasil kajian ini, misalnya masih banyak tenaga administrasi masih dirangkap oleh tenaga guru,” sebutnya.

Sementara Wakil Ketua MPA Teuku Sayed Mustafa, mengatakan bahwa ini sangat memprihatinkan. “Ini baru satu aspek saja di bidang administrasi sekolah SMA sederajat, ini perlu komitmen untuk pembuat kebijakan, tidak boleh ada anggapan tenaga kependidikan non-guru tidak penting. Karena ini berpengaruh terhadap indikator kualitas mutu pendidikan Aceh,” ujarnya.

Hasil penelitian merekomendasikan kepada Pemerintah Aceh untuk menentukan formasi rektrutmen CPNS dan tenaga kontrak, khusus tenaga kependidikan berbasis pada kebutuhan. Perlu prioritas peningkatan sarana bagi tenaga kependidikan non-guru di sekolah SMA sederajat, dan merekomendasikan perlunya pengembangan ketrampilan tenaga kependidikan non-guru pada sekolah secara terencana dan terprogram setiap tahunnya.

Dalam FGD itu hadir juga perwakilan Bappeda Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, praktisi pendidikan Affan Ramli, Maimun Bin Lukman, Irhamuddin, Mukhlisuddin Ilyas dan lainnya.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

More Articles Like This