Sunday, April 5, 2020

5 Pelari ‘Run To Care’ Anak Aceh Telah Selesaikan 250 Km

Must Read

Prakiraan Cuaca, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Angin kencang masih melanda Aceh pada pagi hari ini. Diperkirakan, kecepatan angin maksimal pada...

Gunung Soputan Meletus, Tinggi Kolom Abu Vulkanik 4 Km

MINAHASA | ACEHKITA.COM -- Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara meletus pada Rabu 3...

KIP Aceh: Kampanye Pemilu 2019 Dimulai 23 September

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tahapan kampanye Pemilu 2019 serentak di seluruh Indonesia akan dimulai pada 23 September 2018...

SBY Kicau Soal Sewindu Perdamaian Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Melalui akun Twitter @SBYudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut memperingati sewindu usia perdamaian Aceh...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Memori perjuangan anak Aceh, menggerakkan kaki lima pelari Run To Care untuk lakukan misi kebaikan. Nicky Hogan, Carla Felany, Gatot Sudariyono, Vonny Anggraini, dan Beny Syaaf Jafar telah memulai perjuangan menyelesaikan jarak 250 Km dari Meulaboh (ground zero) menuju Banda Aceh.

Perhelatan yang dimulai pada Senin 18 November 2019 dari SOS Children’s Village Meulaboh di Mauriam Lapang, Aceh Barat pada pukul 07.00 WIB yang dilepas oleh Bupati Aceh Barat. Terbagi dalam empat etape yang ditempuh selama empat hari dengan jarak 65 kilometer dalam setiap etape, kelima pelari mengukir kisah di setiap perjalanan yang kembali mengulik kenangan 15 tahun lalu kala ribuan orang berlari menyelamatkan diri saat tsunami.

Rute lari pada hari kedua dimulai dari Polsek Teunom melintas Krueng Sabee, Kuala Bakong, hingga Sampoiniet. Sambutan istimewa Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB diberikan bagi kelima pelari pada etape kedua. Melahap aspal panas lebih dari 100 kilometer, para pelari rehat sejenak dengan jamuan makan siang di pendopo Kabupaten Aceh Jaya di Calang. Keindahan pemandangan menjadi semangat bagi para pelari di etape ketiga menuju finish dengan melintasi Sampoiniet, Gunung Geurutee, Blang Mee, Gunung Kulu, Leupeung, Lhoknga, pesisir pantai Ulee Lheue, dan menuju garis finish di SOS Children’s Village Banda Aceh di Lamreung, Aceh Besar.

SOS Children’s Villages Indonesia, lembaga non pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, merupakan lembaga yang hingga kini bekerja bagi anak dan keluarga di Aceh. Setahun pasca bencana, dua desa anak didirikan di Lamreung – Aceh besar dan Meulaboh – Aceh Barat yang menjadi rumah bagi 250 anak.

Peluh kelima pelari terus bercucuran sebagai bukti dari perjuangan mereka untuk wujudkan mimpi 250 anak Aceh. Pada etape terakhir, bergabung dalam perjuangan menuju garis finish, National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo ikut berlari sejauh 60 kilometer bersama kelima pelari. Dukungan terus datang menyemangati pada etape terakhir dimana puluhan pelari dari komunitas Gundala Runner dan Indorunners Aceh ikut berlari beriringan pada dua kilometer terakhir yang menjadi penanda ikatan kuat antara SOS Children’s Villages dengan masyarakat Aceh.

“Berlari buat saya bukan hanya sekedar olahraga, badan sehat atau prestasi. Tetapi dengan berlari ada sesuatu yang kita perjuangkan dan akan kita berikan untuk sesama. Ini yang memotivasi saya menyelesaikan 250 kilometer di Aceh selama empat hari,” ujar Carla Felany, salah satu pelari wanita pada Run to Care Aceh 250KM.

Mengusung tagline #AnakAcehHebat, kelima pelari menyelesaikan rute lari sekaligus menggalang dana yang dilakukan melalui crowdfunding. Dimulai pada 25 September hingga berakhir nanti di bulan Desember, publik diajak berdonasi melalui website runtocare.com/aceh yang akan wujudkan biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan bagi 250 anak di Aceh dan Meulaboh.

Langkah kelima pelari mulai lunglai, keringat dan tenaga yang tersisa tinggal beberapa tapak lagi untuk menggapai pita biru sebagai garis finish. Kejutan istimewa muncul dibalik pepohonan yang menguras airmata haru kelima pelari di lima ratus meter terakhir. Tangan tangan mungil anak-anak SOS Children’s Village Banda Aceh menyambut para pelari, menggandeng mereka menuju garis finish. Tak mampu menahan airmata, isak haru para pelari berbaur dalam sukacita riuh sambutan anak-anak di garis finish dalam pelukan hangat. Tak ada lagi letih, keringat dan kantuk yang melanda, hanya sukacita yang ada dalam sukma para pelari sore itu. Bak pahlawan yang tiba dari medan perang, hanya pelukan dan airmata yang mengganti kata-kata terima kasih untuk perjuangan bagi #AnakAcehHebat.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This