Wednesday, January 22, 2020

5 Pelari ‘Run To Care’ Anak Aceh Telah Selesaikan 250 Km

Must Read

FOTO | Simulasi Penanganan Teroris

Pasukan anti-teror menyelamatkan seorang warga sipil dalam dalam sebuah simulasi penanganan aksi terorisme, di kantor Walikota Lhokseumawe, Jumat (23/8)....

MK Belum Jadwalkan Pembacaan Putusan Pilkada Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia belum menetapkan jadwal pembacaan putusan gugatan tahapan pilkada Aceh. Sebelumnya...

SMUR Sorot Kinerja Irwandi-Nazar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Belasan aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Aceh,...

Menunaikan Zakat Fitrah

Warga Desa Bandarbaru, Kecamatan Kuta Alam, menunaikan zakat fitrah di Masjid Agung Al Makmur Lampriet, Banda Aceh, Senin (13/7/2015)...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Memori perjuangan anak Aceh, menggerakkan kaki lima pelari Run To Care untuk lakukan misi kebaikan. Nicky Hogan, Carla Felany, Gatot Sudariyono, Vonny Anggraini, dan Beny Syaaf Jafar telah memulai perjuangan menyelesaikan jarak 250 Km dari Meulaboh (ground zero) menuju Banda Aceh.

Perhelatan yang dimulai pada Senin 18 November 2019 dari SOS Children’s Village Meulaboh di Mauriam Lapang, Aceh Barat pada pukul 07.00 WIB yang dilepas oleh Bupati Aceh Barat. Terbagi dalam empat etape yang ditempuh selama empat hari dengan jarak 65 kilometer dalam setiap etape, kelima pelari mengukir kisah di setiap perjalanan yang kembali mengulik kenangan 15 tahun lalu kala ribuan orang berlari menyelamatkan diri saat tsunami.

Rute lari pada hari kedua dimulai dari Polsek Teunom melintas Krueng Sabee, Kuala Bakong, hingga Sampoiniet. Sambutan istimewa Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB diberikan bagi kelima pelari pada etape kedua. Melahap aspal panas lebih dari 100 kilometer, para pelari rehat sejenak dengan jamuan makan siang di pendopo Kabupaten Aceh Jaya di Calang. Keindahan pemandangan menjadi semangat bagi para pelari di etape ketiga menuju finish dengan melintasi Sampoiniet, Gunung Geurutee, Blang Mee, Gunung Kulu, Leupeung, Lhoknga, pesisir pantai Ulee Lheue, dan menuju garis finish di SOS Children’s Village Banda Aceh di Lamreung, Aceh Besar.

SOS Children’s Villages Indonesia, lembaga non pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, merupakan lembaga yang hingga kini bekerja bagi anak dan keluarga di Aceh. Setahun pasca bencana, dua desa anak didirikan di Lamreung – Aceh besar dan Meulaboh – Aceh Barat yang menjadi rumah bagi 250 anak.

Peluh kelima pelari terus bercucuran sebagai bukti dari perjuangan mereka untuk wujudkan mimpi 250 anak Aceh. Pada etape terakhir, bergabung dalam perjuangan menuju garis finish, National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo ikut berlari sejauh 60 kilometer bersama kelima pelari. Dukungan terus datang menyemangati pada etape terakhir dimana puluhan pelari dari komunitas Gundala Runner dan Indorunners Aceh ikut berlari beriringan pada dua kilometer terakhir yang menjadi penanda ikatan kuat antara SOS Children’s Villages dengan masyarakat Aceh.

“Berlari buat saya bukan hanya sekedar olahraga, badan sehat atau prestasi. Tetapi dengan berlari ada sesuatu yang kita perjuangkan dan akan kita berikan untuk sesama. Ini yang memotivasi saya menyelesaikan 250 kilometer di Aceh selama empat hari,” ujar Carla Felany, salah satu pelari wanita pada Run to Care Aceh 250KM.

Mengusung tagline #AnakAcehHebat, kelima pelari menyelesaikan rute lari sekaligus menggalang dana yang dilakukan melalui crowdfunding. Dimulai pada 25 September hingga berakhir nanti di bulan Desember, publik diajak berdonasi melalui website runtocare.com/aceh yang akan wujudkan biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan bagi 250 anak di Aceh dan Meulaboh.

Langkah kelima pelari mulai lunglai, keringat dan tenaga yang tersisa tinggal beberapa tapak lagi untuk menggapai pita biru sebagai garis finish. Kejutan istimewa muncul dibalik pepohonan yang menguras airmata haru kelima pelari di lima ratus meter terakhir. Tangan tangan mungil anak-anak SOS Children’s Village Banda Aceh menyambut para pelari, menggandeng mereka menuju garis finish. Tak mampu menahan airmata, isak haru para pelari berbaur dalam sukacita riuh sambutan anak-anak di garis finish dalam pelukan hangat. Tak ada lagi letih, keringat dan kantuk yang melanda, hanya sukacita yang ada dalam sukma para pelari sore itu. Bak pahlawan yang tiba dari medan perang, hanya pelukan dan airmata yang mengganti kata-kata terima kasih untuk perjuangan bagi #AnakAcehHebat.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

Bruno Dybal Resmi Diperkenalkan sebagai Pemain Persiraja di Liga 1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Manajemen Persiraja Banda Aceh secara resmi memperkenalkan Bruno Dybal sebagai pemain barunya di Liga 1 2020. Bruno Dybal merupakan...

More Articles Like This