Thursday, May 23, 2024
spot_img

4.296 Jemaah Haji Aceh Sudah di Makkah, 4 Orang Masih Dirawat di Madinah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ketua Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh 1444 H/2023, Azhari, mengatakan bahwa 4.296 jemaah haji Aceh dari 11 kelompok terbang (kloter) sudah berada di Makkah. Namun masih ada empat orang jemaah haji lainnya yang tertahan di Madinah karena harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Alhamdulillah, jemaah kloter sebelas sudah tiba di Makkah tadi malam jam 20.00 Waktu Arab Saudi. Mereka langsung menuju penginapan di Al Kiswah Tower Hotel, Makkah,” kata Azhari, Senin (12/6).

Menurut laporan dari ketua kloter BTJ-11, Ikhram, 393 jemaah kloter BTJ-11 berangkat dari Hotel Arjuwan Al Deyafah, Madinah, Ahad (11/6) sesudah Zuhur, sekitar pukul 14.00 Waktu Arab Saudi.

“Untuk menghindari keterlambatan, PPIH kloter sudah mengingatkan jamaah untuk makan siang sebelum salat Zuhur. Salat Zuhur sudah langsung memakai pakaian ihram,” jelasnya.

“Alhamdulillah, kita berangkat dari Madinah tepat waktu dan tiba di Makkah juga tepat waktu,” kata Ikhram.

4 Jemaah Masih Dirawat di Madinah

Azhari menambahkan, dengan tibanya jemaah kloter 11, sudah ada 4.296 jemaah haji Aceh di Makkah. “4.296 jemaah haji kita, termasuk petugas sudah berada di Makkah. Kecuali yang sudah wafat dan masih dirawat di Madinah,” ujarnya.

Dari 4.303 jemaah yang berangkat ke Arab Saudi, kata Azhari, 1 jemaah meninggal dunia di Madinah dan 2 jemaah meninggal dunia di Makkah. Sementara 4 jemaah masih dirawat di Madinah.

Menurut Azhari, jemaah yang masih dirawat akan diantarkan ke Makkah oleh Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah jika kondisinya sudah membaik. Bila masih membutuhkan perawatan, maka akan diantarkan menjelang wukuf di Arafah untuk disafariwukufkan.

Ia menjelaskan, safari wukuf diberikan kepada jemaah haji yang sakit atau yang dalam perawatan di KKHI atau RS Arab Saudi melalui manajemen safari wukuf, karena wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang tidak bisa digantikan dengan denda sekalipun.

“Kalau ada jemaah haji Indonesia yang sedang sakit dan bisa dibawa dengan ambulans atau bus kesehatan mereka akan disafariwukufkan dengan tetap berada di dalam kendaraan. Apabila tidak memungkinkan akan dibadalhajikan oleh petugas,” tutup Azhari. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU