Saturday, January 22, 2022
spot_img

304 Santri Aceh Ikut Seleksi Program Beasiswa Berprestasi 2019

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 304 santri se-Aceh mengikuti ujian ujian online berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Aceh. Mereka yang dinyatakan lulus validasi data administrasi dari 537 santri pendaftar yang merupakan santri di 54 pondok pesantren di Aceh.

“Pelaksanaan ujian PBSB berbasis CBT serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia hari ini tanggal 18 Juni 2019,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh saat meninjau pelaksanaan PBSB di Banda Aceh, Selasa (18/6).

Pelaksanaan tes dipusatkan di tiga lokasi yaitu di Pesantren Darul Ulum Jambo Tape dengan jumlah peserta 70 santri, di MTsN 1 Model Jambo Tape dengan jumlah peserta 132 santri dan di MAN 1 Model Jambo Tape dengan jumlah peserta 102 santri. Nantinya juga akan dilakukan tes membaca dan memahami kitab kuning pada 19 Juni mendatang.

“Khusus untuk peserta yang mengambil tujuan Ma’had Aly Tebu Ireng Jombang akan mengikuti tes Hafalan Alquran, Hadist, Nahwu dan Baca Kitab Kuning dengan lokasi tes di Aula Kanwil Kemenag Aceh,” sebut Daud.

Kakanwil juga berharap tahun ini lebih banyak santri-santri Aceh yang lulus pada seleksi beasiswa tersebut. “Kementerian Agama terus berkomitmen pada program prioritas pendidikan, yaitu perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui program beasiswa PBSB ini. Semoga santri-santri Aceh mampu bersaing dan semakin banyak yang lulus seleksi beasiswa ini, karena mereka akan menjadi generasi masa depan Aceh kelak dan semakin banyak SDM unggul di Aceh nantinya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Aceh punya sejarah panjang terhadap keterlibatan ulama dan santri terhadap perjuangan kemerdekaan. “Karenanya, anak-anak kita hari ini mesti mampu mewujudkan dan mengisi kemerdekaan bangsa indonesia melalui pendidikan dengan berbagai prestasi, kita berharap banyak santri aceh yang lulus ke perguruan tinggi sebagaimana telah ditetapkan pemerintah,” tutur Daud.

Dalam keterangan tertulis Kemenag Aceh disebutkan, nantinya para alumni PBSB tersebut dapat menjadi teladan bagi pesantren di Aceh dan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangun Aceh.

Seleksi PBSB tahun ini total diikuti oleh 4.160 santri yang secara serentak dilaksanakan di 34 provinsi, dan hasil seleksi akan diumumkan secara online pada Juli mendatang. Tes PBSB ini dibagi dalam lima sesi: tes potensi akademik selama 60 menit, tes bahasa dan kepesantrenan 60 menit, tes kemampuan bidang studi selama 90 menit, dan tes tahfiz Alquran khusus bagi santri yang mendaftar pada UIN Malang (150 menit), serta tes membaca kitab kuning dan hafalan 100 bait nazham alfiyah khusus bagi santri yang mendaftar pada Ma’had Aly selama 60 menit.

Irhas Sobirin, Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, yang ikut meninjau pelaksanaan PBSB di Aceh berharap kepada pimpinan jajaran Kemenag dan pihak pondok pesantren dapat terus mensosialisasikan PBSB dengan masif.

“Program ini perlu kita sosialisasikan secara kontinyu, program ini tidak boleh berhenti, karena ini adalah harapan santri kita di Indonesia, dan mereka di pesantren punya kemampuan yang setara dengan madrasah dan sekolah, dibuktikan santri yang lulus PBSB ketika di perguruan tinggi punya prestasi yang bagus, bahkan dapat IP 4,” ujar Irhas.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,154FollowersFollow
22,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU