Monday, June 17, 2024
spot_img

2022, Aceh Kehilangan Lebih dari 9 Ribu Hektare Tutupan Hutan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sepanjang tahun 2022 laju deforestasi hutan di Aceh mencapai 9.383 hektare. Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat Kabupaten Aceh Selatan menjadi penyumbang kehilangan tutupan hutan terbanyak di Aceh pada 2022.

Data tersebut merupakan hasil interpretasi tim HAkA dengan menggunakan citra satelit dibantu data deteksi otomatis Glad Alert dan pantauan melalui drone serta cek lapangan. Ini disampaikan Manager Geographic Information System (GIS) HAkA, Lukmanul Hakim, dalam diskusi “Deforestasi dan Bencana Hidrologi di Aceh” yang digelar di Sekretariat AJI Kota Banda Aceh, Senin (13/2/2023).

“Kehilangan tutupan hutan tidak hanya terjadi di hilir, namun juga banyak terjadi di bagian hulu,” ujar Lukman.

Pada 2022, kehilangan tutupan hutan tersebar di 21 kabupaten/kota. Deforestasi terbesar terjadi di Aceh Selatan (1.883 hektare), Aceh Jaya (776 hektare), dan Aceh Timur (753 hektare).

Berdasarkan data HAkA tersebut, dugaan kehilangan tutupan hutan di Aceh sepanjang 2022 sebesar 9.383 hektare tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2021, yaitu 9.028 hektare.

Dalam tujuh tahun terakhir, HAkA mencatat deforestasi di Aceh menunjukkan tren penurunan, yakni pada 2016 seluas 21.060 hektare, kemudian 17.820 hektare pada 2017, 15.071 hektare pada 2018, 2019 seluas 15.140 hektare. Selanjutnya 14.759 hektare pada 2020, 2021 seluas 9.028 hektare dan 9.383 hektare pada 2022.

Dari total 9.383 hektare kehilangan tutupan hutan di Aceh tahun 2022, HAkA mencatat 4.676 hektare di antaranya terjadi di dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan 4.706 hektare lainnya di luar KEL.

Lukman mengatakan, 56 persen kehilangan tutupan hutan sepanjang tahun 2022 terjadi di kawasan hutan, dan 44 persen terjadi di area penggunaan lain (APL). Fungsi kawasan merujuk pada SK.580/MENLHK/SETJEN/SET.1/12/2018.

Kehilangan tutupan hutan juga terjadi di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh. Namun demikian, Lukman menyebutkan bahwa kehilangan 179 hektare tutupan hutan di TNGL Aceh tahun 2022 merupakan yang terendah selama 8 tahun terakhir.

Sementara kehilangan tutupan hutan di Suaka Margasatwa Rawa Singkil tahun 2022 meningkat tajam dan sangat masif terjadi. Bahkan 716 hektare hutan yang hilang di SM Rawa Singkil sepanjang 2022 disebutkan lebih tinggi dibanding akumulasi 4 tahun sebelumnya.

Hasil interpretasi HAkA, luas tutupan hutan Aceh tahun 2022 lebih kurang 2,96 juta hektare. HAkA hanya menghitung hutan yang hilang, belum termasuk hutan yang tumbuh kembali/reforestasi.

Menurut Lukman, deforestasi yang terus menurun ternyata tidak menjamin Aceh aman dari ancaman bencana hidrometeoroligi. Dan bencana banjir yang dialami ternyata tidak sanggup mencegah manusia untuk tidak merusak hutan lebih lanjut lagi.

“Dalam rangka upaya menurunkan bencana alam di Aceh, kami mengajak semua pihak untuk menakan laju deforestasi hingga zero deforestasi di Aceh. Rehabilitasi lahan kritis di DAS yang rusak dan menghentikan konversi kawasan hutan menjadi nonhutan,” pungkasnya. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU