10 Koleksi Baru Rumoh Syar’i Dipamerkan di Aceh Wedding Expo 2021

10 Koleksi Baru Rumoh Syar'i Dipamerkan di Aceh Wedding Expo 2021
10 Koleksi Terbaru Rumoh Syar'i Dipamerkan di Aceh Wedding Expo 2021. (Foto: Edo)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Rumah produksi pakaian jadi perempuan masa kini di Banda Aceh, Rumoh Syar’i, ikut memeriahkan Aceh Wedding Expo 2021. Rumoh Syar’i memamerkan 10 pakaian koleksi terbarunya pada ajang yang berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, 27-28 Februari 2020.

Helvan Sari, Owner Rumoh Syar’i, menampilkan peragaan model terhadap 10 pakaian koleksi terbaru yang didesain per tahun 2021. “Pada Wedding Expo tahun ini kita menampilkan 10 koleksi terbaru dengan tema “Aesthetics” yang artinya keindahan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima acehkitacom, Minggu (28/2).

Ia mengatakan, untuk menyukseskan Aceh Wedding Expo 2021, pihaknya sudah mempersiapkan koleksi pakaian dengan desain terbaru sejak awal tahun.

Helvan menyebut atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Rumoh Syar’i, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Aceh Wedding Expo. Menurutnya gelaran itu sangat berguna bagi para desainer untuk menampilkan karya-karya terbaru di hadapan pencinta dunia mode.

“Apresiasi kami terhadap acara yang diselenggarakan oleh MuA Aceh dan Hermes Palace Hotel ini,” sebutnya.

Sebelumnya pada ajang Aceh Wedding Expo tahun 2020, Rumah Syar’i juga ikut berpartisipasi dengan menampilkan 6 baju untuk diperagakan para model.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Rumoh Syar’i merupakan rumah produksi pakaian modern dengan desain terbaru yang dirancang di rumahnya di kawasan Lam Ara Banda Aceh.

“Romoh Syar’i dibentuk pada 2008 lalu. Inisiatif membentuk rumah jahit lahir dari susahnya mendapatkan pakaian syar’i khususnya bagi perempuan,” kata Helvan.

“Setelah dipakai ternyata banyak teman-teman dan keluarga yang suka baju itu. Dari itulah Rumoh Syar’i ini memulai usahanya sampai sekarang,” lanjutnya.

Sebagai industri rumahan, sambung Helvan, Rumoh Syar’i telah ikut membantu merekrut dan membina tenaga lokal. Ia berharap Rumoh Syar’i bisa terus eksis dan bisa merekrut pekerja lokal yang tentu ahli di bidangnya.

“Mereka yang bekerja di Rumoh Syar’i merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang ikut membantu sebagai penjahit maupun desainer pakaian,” ujarnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.