Thursday, April 9, 2020

Wartawan TGJ di Subulussalam Dicekik

Must Read

16 Unit Trans Kutaradja Siap Beroperasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kota Banda Aceh kini memiliki moda pengangkutan publik yang dinamakan Trans Kutaradja. Bus ini...

Asian Games 2018: Sudah Raih 22 Emas, Indonesia Lampaui Target Perolehan Medali

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Hingga malam ini, Senin (27/8) pukul 22.30 WIB, kontingen Indonesia telah meraih 22 medali emas...

Oalah, Seorang Perempuan Nikahi Janda

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Entah apa yang ada dalam benak Sri ketika ia mengajak Dian Mariani, seorang janda...

Penjual Minuman Keras di Banda Aceh Dicambuk

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kejaksaan Negeri Banda Aceh menggelar eksekusi cambuk terhadap empat penjudi dan satu penjual minuman...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Kaya Alim, wartawan media online theglobejurnal.com di Subulussalam, mendapat kekerasan dari anggota polisi, saat dirinya meliput aksi unjukrasa kisruh pemilihan umum kepala daerah di depan kantor Catatan Sipil, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat, 1 November 2013. Dia dicekik dan kameranya ditepis, saat hendak mengabadikan momen bentrokan antara polisi dan pengunjukrasa. AJI Banda Aceh memprotes tindak kekerasan ini.

Polisi yang belakangan diketahui benama Agus itu, mencoba menghalang-halangi Kaya Alim dan mengeluarkan kata-kata bernada ancaman terhadap korban. Tidak hanya Agus, beberapa polisi lainnya ikut mengerumuni korban dan membentak korban.

“Saya mencoba lari dari krumunan polisi itu ke arah teman-teman wartawan lainnya, dan kemudian melaporkan kejadian yang menimpa saya ini kepada rekan-rekan. Kawan-kawan kemudian melarikan saya dari kerumunan massa,” kata Kaya Alim.

Kaya Alim, didampingi Anggota AJI Banda Aceh di Subulussalam, Ronny Rahendra, telah melaporkan kasus tersebut ke Provost Polisi Resort Singkil. Dia tidak terima dengan tindakan arogan yang dilakukan oknum polisi tersebut.

Sekretaris AJI Kota Banda Aceh Misdarul Ihsan menyebutkan, upaya penghalang-halangan yang dilakukan anggota polisi itu bertentangan dengan Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang pers, sebagaimana diatur dalam pasal 4 poin 3. Tindakan itu dapat dipidana paling lama 2 tahun atau denda Rp500 juta, sebagaimana dituangkan dalam pasal 18 Undang-undang Pers.

Menurut Ihsan, sebagai jurnalis, Kaya Alim telah bekerja sesuai dengan Undang-undang dan Kode Etik Jurnalistik.

“AJI mengutuk keras aksi kekerasan dan upaya penghalang-halangan tugas jurnalis oleh oknum polisi tersebut,” kata Ihsan di Banda Aceh, Sabtu, 2 November. “Kami meminta polisi tersebut dihukum dengan ketentuan yang berlaku.”

AJI juga meminta agar polisi menghormati kerja-kerja jurnalis di lapangan. “Anggota polisi perlu dididik dan mempelajari UU Pers,” kata Ihsan.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi The Globe Journal Radhi Darmansyah menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan advokasi kepada jurnalisnya yang mendapat kekerasan di Subulussalam. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This