Thursday, February 27, 2020

Wakil Ketua Dekranasda: Pemerintah Perlu Lestarikan Produk Kerajinan Khas Aceh

Must Read

10 Hektar Ladang Ganja Dimusnahan di Indrapuri

ACEH BESAR -- Perang terhadap narkoba terus dilakukan aparat kepolisian. Di Indrapuri, Aceh Besar, Kepolisian Daerah Aceh menemukan 10...

Sidang Gugatan Pelanggaran Pemilu

Hakim Mahkamah Konstitusi mendengar kesaksian Partai Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA) melalui video teleconference di ruang Multimedia Fakultah Hukum,...

Lintasan Beureunuen-Tangse Lumpuh

KEUMALA | ACEHKITA.COM -- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tangse dari kemarin sore hingga tadi malam menyebabkan sejumlah ruas...

FOTO | Demo Lelang CT-3

Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Anti-Suap berunjuk rasa di kantor DPRA, Banda Aceh, Jumat (4/5). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan pemerintah perlu melestarikan produk kerajinan bordir sebagai salah satu kerajinan khas Aceh. Hal tersebut disampaikannya dalam pelatihan Peningkatan Diversifikasi Produk Bordir Desa Ie Meulee, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, Jumat (29/3).

Namun demikian, ujar Dyah, produk bordir khususnya di Kota Sabang masih memerlukan berbagai peningkatan baik dari sisi kualitas desain, teknik pengerjaan, penempatan motif, perpaduan warna serta pemilihan kualitas bahan yang digunakan.

“Sabang ini salah satu sentra kerajinan bordir. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dekranasda Aceh kita berikan pelatihan diversifikasi bordir,” kata dia.

Dyah menyatakan, dirinya sangat yakin dengan potensi produk bordir di Sabang untuk dikembangkan menjadi aneka produk kerajinan yang dapat lebih bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Dia menambahkan, industri kerajinan termasuk salah satu dari 16 bidang industri kreatif yang sangat potensial untuk terus dikembangkan, karena memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, tingginya minat pasar internasional terhadap produk industri kerajinan Indonesia, sungguh sangat menggembirakan.

“Karena (produk kerajinan kita) memiliki sentuhan seni dan budaya dengan cita rasa yang tinggi dan sederet keunikan lainnya,” ujar Dyah.

Melihat peluang tersebut, Dyah menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan kesempatan bagi produk kerajinan bordir yang ada di Kota Sabang untuk memasuki pasar yang lebih luas. “Tentu saja dengan memperhatikan desain, kualitas dan harga yang dapat bersaing.”

Ketua Dekranasda Kota Sabang, Mita Andriani, usai pelatihan menyatakan para perajin bordir bisa menjadi lebih mandiri baik secara perseorangan maupun kelompok sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Ibu memiliki peran yang sentral dalam sebuah keluarga. Selain harus mengurus keluarga, seorang ibu juga harus memiliki ketrampilan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Pelatihan ini merupakan momentum bagi masyarakat Kota Sabang terutama para perajin di desa Ie Meulee untuk dapat menambahkan pengetahuan dan kreatifitas,” ujar Mita.

Ada beberapa desain motif bordir yang didesain oleh warga Sabang yang telah mendapat sertifikasi oleh Direktur Kekayaan Republik Indonesia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Salah satunya adalah Motif Bungong U yang diciptakan oleh Kudus Nazardy, anggota Dekranasda Kota Sabang.

Mita berharap usai pelatihan akan lahir motif-motif lain yang nantinya juga bakal mendapat pengakuan sebagai salah satu motif kekayaan asal Sabang.

Fitriani, salah seorang perajin asal Ie Meule, menyebut pihaknya mengharapkan dukungan Pemda dan Dekranasda kota Sabang untuk dapat memfasilitasi peralatan yang lebih memadai. “Juga modal usaha serta membatu mempromosikan kerajinan bordir ini agar dapat berkembang dengan lebih baik lagi,” kata dia.[ADV]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This