Thursday, April 2, 2020

Wakil Bupati Kunjungi Korban Banjir Tangse

Must Read

Niken KDI Rilis Single Prang Sabi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Runner up Kontes Dangdut Indonesia Cut Nyak Niken Astri Febrianti atau dikenal dengan Niken...

Nelayan yang Ditahan di India Dipulangkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Asnawi Syam, 39 tahun, nelayan Aceh yang ditahan di penjara Port Blair India, sejak...

Update: Tragedi Sumur Minyak, Korban Meninggal 19 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Korban meninggal dalam tragedi kebakaran sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur terus...

Arti Angka 5 bagi Zaini-Muzakir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan Aceh menetapkan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai kandidat kepala...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

TANGSE | ACEHKITA.COM — Korban banjir di Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, yang rumahnya rusak berat akan ditempatkan di pengungsian sebelum dibuat hunian sementara. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan saat meninjau langsung dampak banjir, Sabtu (12/12/2015) siang. Di sana juga telah dibuka dapur umum.

“Kebetulan tidak perlu dibangun tenda, karena ada rumah kosong yang bisa ditempati,” kata Iriawan kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menambahkan akan menjamin kebutuhan semua korban banjir sebelum bisa kembali ke rumah. Tahun depan, kata Iriawan, akan dibangun rumah untuk korban yang rumahnya rusak berat.

Empat rumah yang berada di pinggir jalan amblas, rusak berat. Rumah itu rencananya akan dibongkar untuk membangun jalan alternatif. “Kita bicarakan dengan pemilik rumah, supaya mereka sepakat rumahnya itu dipakai untuk jalan sementara,” ujar Wakil Bupati Pidie.

Untuk jalan lintas Beureunuen-Tangse yang putus pihaknya akan menunggu keputusan dari Dinas Bina Marga Aceh untuk pembangunan jalur alternatif.

Ruas jalan mulai dari Tangse menuju Geumpang sangat rawan longsor dan banjir. Ia berharap masyarakat di daerah rawan bencana selalu siaga dan harus tahu tanda-tanda akan terjadi bencana. Ke depannya akan dilakukan survei di daerah yang terkena bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada sumbatan arus air akibat penumpukan kayu-kayu.

M. Iriawan juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap illegal logging yang dilakukan. Pihaknya sedang memproses pembuatan qanun tentang hutan adat supaya masyarakat bisa mengelola hutan dengan baik.

“Walaupun itu hutan lindung. Namun, tidak dieksploitasi sembarangan, tetapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. []

HABIL RAZALI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This