Sunday, July 5, 2020

Wakil Bupati Kunjungi Korban Banjir Tangse

Must Read

Ini Pesan Idul Adha Gubernur Zaini

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak segenap lapisan masyarakat Aceh untuk memanfaatkan momentum Idul...

FOTO | Daffa Penderita Atresia Bilier

Daffa Delfira (9 bulan), bayi penderita atresia bilier disuapi susu oleh ibunya saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit...

FOTO | Pengolah Kayu Limbah

Pekerja melakukan finishing perabot dari kayu limbah di Kompleks Tempat Pembuangan Akhir, Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (15/5). Pengusaha...

FOTO | Kebumikan Korban Gempa

Warga mengangkat jenazah seorang anak yang meninggal karena tertimpa reruntuhan Masjid Desa Blang Mancung Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Rabu...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

TANGSE | ACEHKITA.COM — Korban banjir di Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, yang rumahnya rusak berat akan ditempatkan di pengungsian sebelum dibuat hunian sementara. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan saat meninjau langsung dampak banjir, Sabtu (12/12/2015) siang. Di sana juga telah dibuka dapur umum.

“Kebetulan tidak perlu dibangun tenda, karena ada rumah kosong yang bisa ditempati,” kata Iriawan kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menambahkan akan menjamin kebutuhan semua korban banjir sebelum bisa kembali ke rumah. Tahun depan, kata Iriawan, akan dibangun rumah untuk korban yang rumahnya rusak berat.

Empat rumah yang berada di pinggir jalan amblas, rusak berat. Rumah itu rencananya akan dibongkar untuk membangun jalan alternatif. “Kita bicarakan dengan pemilik rumah, supaya mereka sepakat rumahnya itu dipakai untuk jalan sementara,” ujar Wakil Bupati Pidie.

Untuk jalan lintas Beureunuen-Tangse yang putus pihaknya akan menunggu keputusan dari Dinas Bina Marga Aceh untuk pembangunan jalur alternatif.

Ruas jalan mulai dari Tangse menuju Geumpang sangat rawan longsor dan banjir. Ia berharap masyarakat di daerah rawan bencana selalu siaga dan harus tahu tanda-tanda akan terjadi bencana. Ke depannya akan dilakukan survei di daerah yang terkena bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada sumbatan arus air akibat penumpukan kayu-kayu.

M. Iriawan juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap illegal logging yang dilakukan. Pihaknya sedang memproses pembuatan qanun tentang hutan adat supaya masyarakat bisa mengelola hutan dengan baik.

“Walaupun itu hutan lindung. Namun, tidak dieksploitasi sembarangan, tetapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. []

HABIL RAZALI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Pasar Terpadu Lamdingin Banda Aceh Diresmikan 7 Juli

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasar Al Mahirah Lamdingin yang telah mulai beraktifitas sejak 15 Juni lalu akan diresmikan...

Gampong di Banda Aceh Diminta Lakukan Rapid Test Setiap Tamu dari Luar Daerah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tim siaga Covid-19 Banda Aceh meminta aparatur gampong (desa) melakukan rapid test kepada setiap warga yang baru datang dari...

COVID-19 Cenderung Meningkat di Aceh, MPA Minta Sekolah Tunda Tatap Muka

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Memulai tahun ajaran baru di tengah pandemi COVID-19 yang cenderung meningkat di Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA) meminta para...

Update Corona di Aceh 3 Juli: 87 Positif, 3 Meninggal, 34 Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus virus corona di Aceh masih mengalami peningkatan hingga Jumat (3/7). Hingga pukul 15.00 WIB, jumlah positif Covid-19 menjadi...

KLHK Diminta Pindahkan Kantor BBTNGL ke Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia untuk segera merealisasikan pemindahan kantor...

More Articles Like This