Wednesday, February 19, 2020

Wakil Bupati Kunjungi Korban Banjir Tangse

Must Read

Tari Saman Massal

Penari saman massal dalam memperingati HUT Ke-54 Kodam Iskandar Muda di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (22/12). Tarian saman...

Besok, Kandidat Independen Berkumpul di Hermes

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 86 pasang (178 orang) bakal calon bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota, dan gubernur/wakil gubernur,...

Speed Boat Berjaya di Laut Banda-Sabang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Terhentinya arus pelayaran Sabang-Banda Aceh sejak kemarin karena cuaca buruk, justru membawa rezeki bagi...

Data Pemilih Pilpres Menyusut

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Daftar pemilih sementara untuk pemilihan presiden berkurang sebanyak 5.533 jiwa dibandingkan data pemilih pada...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

TANGSE | ACEHKITA.COM — Korban banjir di Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, yang rumahnya rusak berat akan ditempatkan di pengungsian sebelum dibuat hunian sementara. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan saat meninjau langsung dampak banjir, Sabtu (12/12/2015) siang. Di sana juga telah dibuka dapur umum.

“Kebetulan tidak perlu dibangun tenda, karena ada rumah kosong yang bisa ditempati,” kata Iriawan kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menambahkan akan menjamin kebutuhan semua korban banjir sebelum bisa kembali ke rumah. Tahun depan, kata Iriawan, akan dibangun rumah untuk korban yang rumahnya rusak berat.

Empat rumah yang berada di pinggir jalan amblas, rusak berat. Rumah itu rencananya akan dibongkar untuk membangun jalan alternatif. “Kita bicarakan dengan pemilik rumah, supaya mereka sepakat rumahnya itu dipakai untuk jalan sementara,” ujar Wakil Bupati Pidie.

Untuk jalan lintas Beureunuen-Tangse yang putus pihaknya akan menunggu keputusan dari Dinas Bina Marga Aceh untuk pembangunan jalur alternatif.

Ruas jalan mulai dari Tangse menuju Geumpang sangat rawan longsor dan banjir. Ia berharap masyarakat di daerah rawan bencana selalu siaga dan harus tahu tanda-tanda akan terjadi bencana. Ke depannya akan dilakukan survei di daerah yang terkena bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada sumbatan arus air akibat penumpukan kayu-kayu.

M. Iriawan juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap illegal logging yang dilakukan. Pihaknya sedang memproses pembuatan qanun tentang hutan adat supaya masyarakat bisa mengelola hutan dengan baik.

“Walaupun itu hutan lindung. Namun, tidak dieksploitasi sembarangan, tetapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. []

HABIL RAZALI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This